Kebijakan Libur 14 Hari Bukan Tanpa Alasan

Foto: WOL Photo

BatuBara, Waspada.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara menggelar rapat darurat terkait pandemi virus Corona (Covid-19). Salah satu hasilnya meliburkan kegiatan belajar mengajar di semua jenjang satuan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Kadisdik Batubara Ilyas Sitorus usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Kabupaten Batubara di Limapuluh, Senin (16/3). Terkait kebijakan tersebut, Komisi III mengundang Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batubara membangun kebersamaan mengantisipasi virus Corona.

RDP langsung dipimpin Ketua Komisi III DPRD Amat Mukthas dari Fraksi PKS dan dihadiri hampir seluruh anggota. Amat Mukthas memberikan kesempatan kepada masing-masing dinas menyampaikan langkah yang sudah dilakukan sejak Pemkab Batubara mengambil sikap terkait pencegahan virus Covid-19.

Pada Sabtu (14/3) lalu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyebutkan sebagaimana tercantum dalam Pasal 50 UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, virus ini sudah dikategorikan sebagai penyakit global dan statusnya adalah bencana nasional non alam.

Menanggapi hal tersebut, Kadisdik Batubara Ilyas Sitorus mempertanyakan alasan sekolah diliburkan selama 14 hari. Menurut Ilyas, masa 14 hari itu sangat penting dan harus disertai tindakan kepatuhan oleh semua pihak baik peserta didik maupun orang tua siswa.

Advertisement

“14 hari itu mampu menghentikan laju penularan Covid-19 dan mampu menyelamatkan ribuan orang. Jika tidak terjadi apa-apa, maka aman. Ini baru berhasil jika semua orang tetap tinggal di rumah masing-masing selama 14 hari itu,” ucap Ilyas. (wol/aa/data3)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL