Kabarnya, OTG di Jajaran Pemko Medan Sudah Terapkan Isolasi Mandiri

Foto: Istimewa

MEDAN, Waspada.co.id – Selain istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pemantauan (PDP) juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Aris Yudhariansyah, melalui kanal resmi @Humas Sumut, Minggu (29/3) kemarin, keluarkan istilah baru, Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Adalah seseorang yang tidak bergejala, dan memiliki resiko tertular dari orang yang dinyatakan posisif secara laboratorium. Kontak erat yang melakukan kontak fisik dengan pasien positif,” jelasnya kala itu.

“Kontak erat artinya, orang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan dalam radius satu meter dengan kasus pasien PDP corona, dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala,” tambahnya.

Jika mengacu pada kasus meninggalnya PDP Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik atas nama Musaddad Nasution, Rabu (25/3) sore lalu, orang yang berada dalam satu ruangan dengan kasus (pasien corona) di tempat kerja, di rumah atau di ruang pertemuan yang besar selama 2 hari atau sebelum timbul gejala hingga 14 hari setelah timbul gejala, masuk dalam kategori OTG.

Kabag Humas Sekretariat Daerah Kota Medan, Arrahman Pane, yang dikonfirmasi Waspada Online terkait OTG di lingkungan kantor Wali Kota Medan mengaku bahwa, pasca meninggalnya Almarhum Asisten Pemerintahan Setdako Medan Musaddad Nasution, malam itu juga Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengimbau jajarannya untuk memeriksakan diri dan mengisolasi diri, bagi mereka yang pernah kontak dengan almarhum.

Advertisement

“Almarhum (Musaddad, red) kan dikategorikan ODP. Istilah OTG ini kan baru-baru aja. Jadi kalau ada orang yang merasa pernah berhubungan, berinteraksi dengan almarhum disuruh isolasi mandiri selama 14 hari dulu,” terangnya.

Meskipun tidak merincikan siapa-siapa saja pejabat Pemko Medan yang masuk dalam kategori OTG, Arrahman mengaku sampai dengan saat ini pejabat yang berinteraksi dengan almarhum tersebut tidak mengalami perubahan kesehatan fisik yang mengarah ke Covid-19 seperti demam, batuk, dan lainnya. “Semua berjalan sebagaimana biasanya,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, M Husni, dalam sebuah kesempatan di Jalan Paluh Nibung Kecamatan Medan Marelan, mengaku pernah berinteraksi dengan Almarhum Musaddad Nasution. Namun jika dirunut waktu pertemuan sampai didapatkannya kabar duka itu bahkan hingga saat ini, dirinya mengaku sudah melewati masa inkubasi (14 hari).

“Alhamdulillah, saya sehat-sehat aja sampai sekarang. Intinya imun tubuh kita aja yang dijaga. Kalau imun kita kuat, virus pun hilang dengan sendirinya,” ucapnya penuh keyakinan.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN