Jumlah Pasien Corona Disebut Bakal Melonjak Drastis

Foto: KOMPAS.com/Dian Erika

JAKARTA, Waspada.co.id – Pemerintah menyebut jumlah pasien virus corona bakal melonjak drastis. Setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan potensi peningkatan jumlah pasien corona itu terjadi.

Juru bicara pemerintah RI untuk kasus corona Achmad Yurianto mengatakan, salah satu faktornya karena pemerintah terus aktif melakukan pelacakan atau tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif virus Covid-19.

Hingga Selasa (17/3) ini jumlah pasien positif corona di Indonesia sebanyak 172 orang, atau meningkat dari sebelumnya 158 pasien.

“Kita menyadari bahwa akan terjadi penambahan pasien yang cukup siginifikan nantinya, ini disebabkan karena satu, kontak tracing aktif kami laksanakan dan yang kedua edukasi kepada masyarakat semakin gencar dilaksanakan,” kata Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Selasa (17/3).

Ia mengatakan, dengan edukasi, masyarakat mulai menyadari dan waspada terhadap penularan virus corona. Dengan begitu masyarakat yang sadar pernah melakukan kontak dengan pasien positif akan memeriksakan dirinya ke rumah sakit, terutama ketika timbul gejala-gejala mirip virus corona seperti batuk, pilek, dan demam.

Advertisement

“Ini penting karena basis pengelolaan penyakit ini adalah pada komunitas, pada masyarakat. Oleh karena itu edukasi menjadi mutlak dan kemudian mereka tahu betul apa yang harus dilakukan manakala merasa badannya tidak enak atau merasa sesuatu yang mengganggu pada aspek kesehatannya,” ucap dia.

Lebih lanjut ia juga mengimbau masyarakat mematuhi apa yang sudah menjadi arahan dari pemerintah, yakni, belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah. Hal itu sangat penting untuk menekan atau mengurangi penularan virus corona.

“Ini yang harus kita maknai mendalam bahwa ini tujuannya adalah untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kontak erat di kelompok banyak orang, di kerumunan kemudian di tempat-tempat umum. Karena kita tahu di sinilah kerawanan-kerawanan sebaran,” kata dia. (cnnindonesia/ags/data3)