Imam Nahrawi Bantah Bawa HP ke Sel Tahanan

Tersangka kasus suap Kemenpora, Imam Nahrowi (foto: Sindo)
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengklaim tak pernah menyelundupkan handphone (HP) ke dalam selnya di Rumah Tahanan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta. Temuan HP di sel Imam ini terjadi saat tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan sidak pekan lalu.

“Yang pasti (handphone) bukan milik saya,” kata Imam kepada wartawan sebelum menjalani sidang, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (11/3).

Imam enggan bicara banyak soal temuan ponsel itu. Ia meminta wartawan menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan tim lembaga antirasuah. Politikus PKB itu tak ingin masalah ini menjadi polemik.

Terkait unggahan di WhatsApp story, Imam mengklaim tak pernah melakukannya. Ia berkukuh tak membawa HP ke dalam sel dan tak pernah mengunggah sesuatu lewat gawai tersebut.

“Makanya tunggu dulu, saya belum memberi statement apapun, kecuali (pernyataan bahwa handphone) itu bukan milik saya, yang kedua kita tunggu hasil dari KPK,” ujarnya.

iklan

Tim KPK menemukan sebuah HP di sel Imam saat melakukan sidak pekan lalu setelah tersangka kasus suap dana hibah KONI itu kedapatan mengunggah foto di WhatsApp story-nya.

Lembaga antikorupsi menerjunkan tim dari divisi forensik untuk memproses temuan handphone yang telah mati itu. KPK akan memberikan sanksi kepada Imam jika terbukti membawa handphone ke dalam sel tahanan.

Larangan membawa ponsel beserta sanksinya telah diatur dalam peraturan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengenai tata tertib lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan.

Meskipun demikian, KPK membantah kecolongan atas kasus penemuan HP di sel Imam. Lembaga yang kini dipimpin Firli Bahuri Cs itu mengklaim ketentuan pengamanan sudah dikerjakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). (cnnindonesia/ags/data2)

Iklan