Hanya yang Adatif, Kreatif, dan Open Minded Mampu Bertahan

Dirut Bank Danamon Yasushi Itagaki membuka Learning Festival 2020, program pembelajaran yang mendorong perkembangan SDM Bank Danamon. (foto: istimewa)

Waspada.co.id – Pergerakan dinamis pada dunia kerja adalah suatu hal yang tak dapat dihindari. Disrupsi teknologi dan pergantian kepemilikan pada suatu perusahaan dapat terjadi pada semua sektor industri tak terkecuali perbankan.

Bank Danamon adalah salah satu perusahaan yang mengalami perubahan pada kepemilikan saham mayoritas. Sejak 1 Mei 2019, MUFG Bank, institusi keuangan terbesar di Jepang resmi menguasai 94.1 persen saham PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. Tentunya perubahan kepemilikan ini membawa perubahan terhadap Bank Danamon termasuk di bidang Sumber Daya Manusia (SDM).

Direktur Human Capital Bank Danamon, Heriyanto Agung Putra.

Adaptif, memiliki keinginan untuk terus belajar, open minded serta kreatif dan inovatif adalah kunci sukses dalam bekerja. Hal ini diungkapkan Heriyanto Agung Putra, Direktur Human Capital Bank Danamon. Menurutnya, ketangguhan seseorang diuji dari kemampuannya beradaptasi di lingkungan baru. Kemampuan beradaptasi akan membuat orang bisa bertahan.

Heriyanto sendiri mengaku harus cepat beradaptasi saat dirinya beralih dari industri penerbangan, Garuda Indonesia tempatnya bekerja dahulu ke industri perbankan ketika ia diterima bekerja di Bank Danamon tahun 2016 lalu. Ia mengaku harus mempelajari istilah-istilah perbankan sampai mempelajari model bisnis dan pola kerja serta aturannya.

Pecinta olahraga sepeda ini memainkan peran penting dalam laju pengembangan karyawan Bank Danamon. Investasi MUFG di Bank Danamon berdampak besar dan menaruh fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia untuk melahirkan bankir andal. Transformasi pelatihan berbasis teknologi informasi dan inovasi menjadi prioritas penting dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing di era Industri 4.0.

Advertisement

Ia juga percaya bahwa sukses tidak bisa diraih sendirian, oleh karena itu kolaborasi sangat penting. Berikut petikan wawancara dengannya.

Transformasi atau pembenahan seperti apa yang ada di Human Capital?
MUFG saat ini melihat bagaimana Bank Danamon menjadi perusahaan kuat. Pembenahan tentunya dilakukan dengan kami menyiapkan individu berpola pikir kreatif, aktif dan berorientasi ke depan. Infrastruktur dalam bidang Human Capital juga turut dikembangkan seperti mengoptimalkan digital learning bagi seluruh karyawan.

Seperti apa proses rekrutmen karyawan di Danamon? Kriteria atau skills yang dicari untuk entry level?
Dalam memilih calon karyawan Bank Danamon mengutamakan orang yang memiliki integritas tinggi. Integritas adalah segalanya dan kami tidak toleran terhadap orang berintegritas rendah. Kualifikasi kedua yakni punya energi dan passion yang kuat dalam melakukan sesuatu. Ketiga, orang tersebut harus memiliki mindset bahwa dia kuat dalam membuat perubahan. Dan hal terpenting juga adalah kemauan seseorang untuk berkolaborasi.

Dalam rekrutmen, Bank Danamon tidak cuma mengandalkan cara-cara konvensional seperti beriklan di media misalnya. Tapi lebih aktif, interaktif dan engaging seperti melalui media sosial perusahaan. Salah satu contohnya, lewat akun LinkedIn. Kami menyampaikan kegiatan-kegiatan para Danamon Bankers Trainee (DBT), bagaimana pengalaman mereka saat masuk perusahaan, serta memaparkan tantangan-tantangan apa yang mereka hadapi.

Unique value proposition apa yang bisa ditawarkan Danamon yang tidak ada di bank lain?
Menjadi bagian dari MUFG, Bank Danamon kini memiliki kekuatan sebagai hybrid bank, yakni bank lokal namun dengan keahlian global. Para karyawan di dalam perusahaan ini sama-sama memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengembangan dari MUFG Group.

Karyawan juga berkesempatan untuk magang di kantor-kantor MUFG Group, program intensif yang berjalan selama tiga bulan. Beberapa Regional Manager kami, tahun lalu sudah dikirim ke Jepang untuk menjalani kegiatan ini. Kami juga tengah mengkaji pemberian benefit lain. Misal, mengonversi poin scoring karyawan menjadi reward untuk traveling.

MUFG punya mitra perbankan yang tersebar di seluruh dunia. Ada kesempatan bekerja di mitra perbankan tersebut?
Menurut saya jika seorang individu itu menunjukan performa bagus dan mampu memberikan kontribusi pada perusahaan, orang-orang akan melihat dan tentunya individu tersebut layak mendapat penghargaan.

Seremoni kelulusan Danamon Bankers Trainee Batch ketiga, program Management Trainee dari Bank Danamon yang melahirkan calon pemimpin di berbagai bisnis, divisi, fungsi di dalam bank. (foto: istimewa)

Selain itu, internal movement atau perpindahan karyawan ke unit kerja lain didalam perusahaan adalah salah satu kekuatan kami. Karyawan dikembangkan, kemudian bisa mendapat kesempatan yang sama. Tapi tentunya memang ada kriteria untuk perpindahan. Perkembangan seseorang juga bukan semata soal pelatihan, tapi juga diberikan assignment yang bikin karyawan tangguh.

Gambaran program yang dapat mendukung perkembangan SDM Bank Danamon untuk ke depannya?
Ke depannya terdapat sejumlah program yang dapat mendorong perkembangan SDM Bank Danamon seperti, program magang intensif selama tiga bulan di MUFG, acara Leadership Summit serta budaya digital learning yang saat ini dikembangkan.

Kini mau belajar keuangan, semua sudah ada. Tidak perlu lagi menyediakan ruangan untuk belajar, dan juga tidak mengganggu jam kerja karyawan. Manusia sekarang terkoneksi 24 jam dengan jaringan yang tidak terbatas. Dengan digital learning melalui aplikasi, semua bisa saja dilakukan mulai dari dalam kereta atau bahkan di bus.

Bisa dijelaskan Corporate Culture saat ini?
Corporate culture datang dari semua orang. Oleh sebab itu perusahaan seperti Danamon memiliki nilai ‘BISA’ (Berkolaborasi, Integritas, Sigap Melayani, dan Adaptif). Kami ingin bangun bahwa orang-orang yang bekerja di perusahaan ini harus bisa berkolaborasi. Melakukan sesuatu karena ada tim. Setiap orang tentunya memiliki kekuatan sendiri-sendiri. (wol/aa/rls/data2)

Editor AUSTIN TUMENGKOL