Gubsu Kembali Instruksikan 15 Poin Penting Sikapi Dampak Covid-19

Foto: Youtube
Iklan

Waspada.co.id – Dalam menanggulangi dan mencegah serta menyikapi dampak negatif wabah Virus Corona (Covid-19), Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menginstruksikan kepada seluruh bupati/wali kota dan seluruh perangkat daerah di lingkungan pemerintah provinsi Sumatera Utara untuk melaksanakan 15 poin penting, pada saluran resmi @Humas Sumut, Kamis (26/3) lalu, yakni sebagai berikut:

1. Segera melakukan instruksi presiden republik indonesia nomor 4 tahun 2020 tentang refocussing kegiatan, realokasi anggaran, serta percepatan pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penangangan covid-19.

Lakukan pemetaan kegiatan, dan prioritaskan kepada penanganan isu Covid-19 dengan tetap mempertahankan kestabilan ekonomi masyarakat.

2. Menerapkan sepenuhnya 5 (lima) protokol penanganan covid-19 (protokol penanganan kesehatan, komunikasi publik, transportasi dan area publik, institusi pendidikan, dan menjaga pintu masuk ke wilayah Sumatera Utara).

3. Memangkas anggaran kegiatan-kegiatan apbd tahun anggaran 2020 yang manfaatnya tidak langsung menyentuh kepada masyarakat;

iklan

4. Tidak melaksanakan perjalanan dinas dalam dan luar daerah ataupun keluar negeri;

5. Menunda seluruh kegiatan berupà rapat-rapat pertemuan yang menghadirkan banyak peserta.

6. Meniadakan kegiatan yang menghadirkan orang banyak dan aktivitas-aktivitas yang mengundang keramaian, kecuali pasar atau rumah-rumah makan untuk penyedia konsumsi, dan toko obat/apotik penyedia obat-obatan serta sarana pemeliharaan kesehatan;

7. Kepada instansi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terutama opd sektor pekerjaan umum, perhubungan, pertanian, kelautan dan perikanan, dan pengelola dana desa dan program pemerintah daerah provinsi kabupaten dan kota agar mengutamakan program padat karya. Dalam rangka membantu masyarakat, membantu para pekerja harian, petani, buruh tam, dan nelayan, namun dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yaitu dalam bekerja harus menjaga jarak yang aman.

8. Kepada tim pengendali inflasi daerah (tpid) agar dapat menjamin ketersediaan bahan pokok, menjaga kesetabilan harga-harga dengan tetap memperhatikan kesejahteraan petani. Saya juga instruksikan agar jangan sampai ada yang melakukan penimbunan barang yang mengakibatkan kelangkaan dan kenaikan harga. Kami akan tindak tegas jika menemukan para penimbun atau spekulan harga.

9. Sekolah-sekolah mulài Tingkat Dasar hingga Perguruan Tinggi untuk melakukan belajar dari rumah dengan sistem daring atau belajar online dari rumah.

10. Mengàtur sistem rerjä perrantoran bair swàstà màupun pemerintah, melalui sistem kerja dari rumah (work from home). Menyesuaikan sistem kerja aparatur sipil negara dilingkungan pemerintah provinsi sumatera utara, selama 2 (dua) pekan dari sekarang terhitung mulai hari Kamis tanggal 26 Maret 2020;

11. Percepat realisasi rencana belänja daerah melalui pelaksanaan kegiatan-kegiatan dengan menyesuaikan kondisi yang ada; bulog agar dapat menjaga stok bahan pangan utama cukup sampai dengan 6 (enam) bulan ke depan terutama beras.

12. Menutup sementara tempat-tempat hiburan selama 2 minggu ke depan. Saya juga mengimbau kepada kalangan dunia usaha dan masyarakat sumatera utara yang saya sayangi, agar :

1. Menerapkan social distancing atau menjauhi kerumunan orang, dan physical distancing menjaga jarak fisik antar manusia serta disiplin untuk hidup sehat.

2. Memberlakukan sistem bekerja dari rumah atau work from home (wfh) bagi pekerja intansi pemerintah dan swasta, bagi kalangan pekerja industri untuk memberlakukan sistem bekerja bergiliran semaksimal mungkin dengan tetap memberikan hak pekerja dan jangan sampai melakukan pemutusan hubungan kerja atau penghentian kontrak kerja.

3. Untuk sektor UMKM dan pekerja sektor informal seperti transportasi online, yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, saya harapkan dapat memanfaatkan kebijakan penundaan cicilan umkm dan transportasi online yang diberikan pemerintah pusat.

Mendorong masyarakat untuk membeli produk UMKM kita dengan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi melalui sistem penghantaran langsung menggunakan aplikasi belanja online untuk meminimalisir pertemuan langsung, namun dengan tetap menjaga kebersihan dan kewaspadaan.

Gubsu mengajak memanfaatkan media tersebut sebagai jalan untuk membantu UMKM dan pekerja sektor informal dengan tetap membeli berbagai produk yang dihasilkan UMKM.

Poin penting ini juga disampaikan kembali oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr. Aris Yudhariansyah, di kanal resmi @Humas Sumut, Minggu petang (29/3). (wol/humassumut/data3)

Iklan