Eksekusi Pengadilan Gagal Dilaksanakan, Pemohon Harap Polda Sumut Turun Tangan

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Eksekusi terhadap putusan Pengadilan Negeri (PN) Balige yang sudah berkekuatan hukum tetap, gagal dilaksanakan. Pemohon eksekusi berharap agar personil Polda Sumatera Utara dapat turun tangan. Hal itu dikatakan Firman Manihuruk selaku pemohon eksekusi saat ditemui di Medan, Kamis (5/3).

Menurut Firman, seharusnya proses eksekusi putusan PN Balige Nomor : 20/Pdt.G/2009/PN-BLG tanggal 23 November 2009 jo. putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 113/PDT/2010/PT-MDN tanggal 08 Juli 2010 jo. Putusan Mahkamah Agung RI No.653 K/Pdt/2011 tanggal 23 Agustus 2011 dengan objek tanah seluas 40×45 M ini digelar pada Kamis (27/2) kemarin.

Namun pada saat itu, personil Polres Samosir terpaksa membatalkan eksekusi itu sebelum Panitera PN Balige membacakan diktum putusan tersebut. “Polres Samosir terkesan setengah hati untuk mengawal proses eksekusi tersebut. Karena pada saat eksekusi hampir terlaksana, dengan tiba-tiba Kabag Ops Polres Samosir secara sepihak menghentikan proses eksekusi tanpa persetujuan penasehat hukum dan paniteran PN Balige,”ucap Firman.

Firman juga menyayangkan sikap Polres Samosir yang sebelumnya telah meminta diperlukan penguatan personil polres dari polres tetangga yang berdekatan dengan Polres Samosir dan penambaham 1 pleton personil Brimob. Namun setelah permintaan dipenuhi pihak pemohon eksekusi, di hari proses eksekusi, hal tersebut tidak terealisasi. “Padahal dana untuk operasional sudah kami dukung sesuai dengan permintaan Kapolres Samosir,”jelas Firman.

Atas dasar itulah, Firman menegaskan dan berharap agar Kapolda Sumut dapat membantu Polres Samosir melaksanakan eksekusi sesuai dengan permintaan pihak PN Balige. “Tadi barusan penasehat hukum saya sudah kembali beraudiensi ke pihak PN Balige. Dalam pertemuan tadi kata pihak PN Balige, mereka akan menjadwal ulang proses eksekusi tersebut. Pihak PN juga menganjurkan agar kami sebagai pemohon dapat beraudiensi ke Polda Sumut menceritakan gagalnya eksekusi kemarin. Disamping itu, pihak PN juga akan memohonkan bantuan keamanan dari Polda untuk back up polres Samosir untuk eksekusi selanjutnya,” terang Firman.

Advertisement

Diketahui sebelumnya, PN Balige melaksanakan eksekusi terhadap putusan Nomor : 20/Pdt.G/2009/PN-BLG tanggal 23 November 2009 jo. putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 113/PDT/2010/PT-MDN tanggal 08 Juli 2010 jo. Putusan Mahkamah Agung RI No.653 K/Pdt/2011 tanggal 23 Agustus 2011 dengan objek tanah seluas 40×45 M di Lumban Manihuruk, Desa Siopat Sosor, Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir pada sepekan yang lalu.

Namun pada saat menjalankan eksekusi, pihak termohon yakni keturunan Pangalengan Sihaloho coba menghadang pihak pengadilan dan polres Samosir sebagai pengamanan. Melihat kondisi tersebut, Kabag Ops Polres Samosir Kompol B Samosir menunda secara sepihak proses eksekusi tersebut, dengan alasan adanya permohonan dari termohon untuk penundaan eksekusi. Atas kejadian itu, pihak PN Balige akan menjadwalkan ulang pelaksanaan eksekusi tersebut.(wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN