DPR Menunda Pilkada Serentak 2020, Sakhyan: Saya Sangat Setuju

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Bakal Calon Wali Kota Medan, Sakhyan Asmara, sangat setuju dengan hasil keputusan Rapat Kerja Komisi II DPR dengan pemerintah, KPU, DKPP, dan Bawaslu yang hasilnya menyepakati penundaan tahapan Pilkada Serentak 2020 yang masih tersisa termasuk pemungutan suara ditunda.

Sakhyan berpendapat bahwa konsentrasi bangsa sekarang ini, bagaimana menghadapi ancaman wabah Covid 19 yang sangat serius. Saat ini yang sedang dihadapi sekarang adalah masalah sangat mendasar, menyangkut nyawa manusia.

“Tidak hanya itu, dampaknya juga sangat terasa dalam kehidupan sosial masyarakat, ekonomi dan tentu saja politik. Untuk mencegah penularan virus corona, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan, antara lain social distancing, meliburkan kegiatan pendidikan di sekolah/kampus-kampus, kegiatan perkantoran,” jelas Sakhyan, Selasa (31/3).

Beberapa kota menerapkan kebijakan lockdown terbatas bahkan ada yang penuh. Akibatnya hampir seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat menjadi lumpuh. Hubungan sosial terganggu, beribadat terganggu, cari nafkah terganggu, kinerja pemerintah terganggu, karena semua berkonsentrasi menghadapi virus corona.

Oleh sebab itu, lanjut Sakhyan, kita harus bergandengan tangan untuk mengatasi Covid 19 ini. Kita semua harus membantu pemerintah untuk mengantisipasi penularannya. Segala potensi dan daya yang ada pada kita, harus kita kerahkan untuk membasmi virus corona.

Advertisement

“Fasilitas yang dibutuhkan oleh tenaga medis dan keperluan medis harus tersedia lengkap, masyarakat yang terganggu ekonominya harus dibantu dan banyak lagi masalah-masalah yang muncul. Oleh sebab itu, kita harus mengalah jika sampai pelaksanaan pemungutan suara ditunda. Tentu kita berharap pemerintah dan DPR segera dapat mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk mengganti UU tentang Pilkada,” tegas Sakhyan.

Ketua Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan itu juga berharap, agar warga Indonesia, khususnya Kota Medan saling membantu untuk menghadapi wabah virus corona dan tidak ada yang memanfaatkan situasi untuk menguntungkan diri sendiri.

“Para pedagang, apotek jangan menaikkan harga semena-mena. Ini masalah kita bersama, tidak boleh ada yang mengeruk di air keruh. Masyarakat juga hendaknya patuh kepada anjuran pemerintah. Jika harus tetap berada di rumah, hendaknya dipatuhi agar mata rantai Covid 19 ini segera bisa kita putuskan,” pungkasnya.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN