DPD Oraski Sumut Berharap Pemerintah Berikan Kemudahan Bagi Taxol

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Virus Covid 19 hingga saat ini terus menjalar hingga keseluruh belahan dunia tidak terkecuali Indonesia.

Sehingga pemerintah terpaksa mengeluarkan kebijakan agar seluruh masyarakat untuk berdiam diri di rumah selama dua pekan lebih.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD ORASKI Sumut, David Bangar Siagian, menuntut pemerintah harus mengeluarkan bail out sebagai kompensasi terhadap masyarakat, khususnya driver online yang sangat terdampak akibat wabah Covid 19.

“Kita mengapresiasi langkah – langkah yang dibuat pemerintah dalam menghadapi wabah Covid 19 ini, namun dibalik itu pemerintah juga harus memikirkan nasib warganya,” terangnyadi sela-sela pelantikan pengurus DPD Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia (ORASKI) Sumut, Selasa (24/3).

David menuturkan, teknisnya bisa dengan bantuan langsung tunai yang diberikan langsung ke driver melalui kementerian teknis terkait atau melalui asosiasi atau melalui perusahaan aplikasi tempat bernaung DO tersebut.

Dampak Covid 19 yg melanda dunia ini melumpuhkan berbagai sektor kehidupan begitu juga keberlangsungan driver online saat ini, sehingga ia berharap agar kedepan Pemerintah lebih memperhatikan nasib driver online yang selama ini acap kali menjadi korban kesewenang-wenangan aplikator.

“Kita berharap, agar Presiden Jokowi segera menerbitkan Kepres yang meminta OJK berkoordinasi dengan perusahaan leasing untuk mengeksekusi dan melaksanakan kepres tersebut sehingga dilapangan tidak lagi terjadi penagihan oleh debt collector atau teror yang diterima debitur,” terangnya.

David juga meminta setiap leasing wajib mendata siapa saja yang berhak menerima relaksasi sehingga tidak terjadi penekanan lagi terhadap driver online disaat situasi sulit seperti ini.

“Dengan pendapatan seperti ini jika pemerintah tidak turun tangan memberikan bantuan langsung tunai maka bisa dipastikan para pekerja harian yang berprofesi sebagai driver online ini akan kelaparan,” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN