Bunda Jokowi Sujiatmi Wafat, Masyarakat Diminta Tidak Melayat

WOL Photo

JAKARTA, Waspada.co.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak melayat mendiang Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo ke rumah duka di Banjarsari, Surakarta.

Hal ini ditujukan untuk menghindari kerumunan di tengah upaya pemerintah menekan penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

“Baru saya bicara dengan keluarga, bersama pak Kapolda, dan Pangdam, dan saya diminta untuk menyampaikan kepada masyarakat, terima kasih atas ucapan bela sungkawa dan doanya,” kata Ganjar saat diwawancara di rumah duka, Rabu (25/3).

Ia juga meminta agar masyarakat turut mendoakan Eyang Noto, panggilan ibunda Jokowi, dari rumah masing-masing agar tidak terjadi kerumunan. Meskipun, kata Ganjar, pihak keluarga memahami keinginan masyarakat untuk memberi penghormatan terakhir untuk Eyang Noto.

“Keluarga akan sangat bahagia dan sangat menghormati jika masyarakat bisa mendoakan dari rumah. Dan doa dari rumah sudah sangat cukup sekali,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di rumah duka mengatakan ibunya sudah berjuang melawan kanker selama empat tahun terakhir. Ia rutin berobat di RSPAD Gatot Subroto.

“Tetapi memang Allah sudah menghendaki. Atas nama keluarga besar saya ingin memohonkan doa agar segala dosanya diampuni Allah SWT dan husnul khotimah,” kata Jokowi.

Pantauan lapangan, rumah duka dijaga ketat oleh aparat TNI dan Paspamres. Akses masuk gang menuju kediaman Eyang Noto sudah ditutup sejak sore tadi. Awak media yang hendak meliput jumpa pers baru diperkenankan masuk sesaat sebelum jumpa pers dimulai.

Protokol kesehatan juga dilaksanakan ketat di kawasan rumah duka. Wartawan diharuskan membersihkan tangan dengan hand sanitizer dua kali. Di mulut gang dan sebelum memasuki area rumah duka. Selama jumpa pers, salah satu petugas berulang kali mengingatkan awak media untuk menjaga jarak agar tidak saling berdekatan. (cnnindonesia/ags/data3)