Al Hadji dan Diallo Beda Nasib Soal Gugatan

WOL Photo/Ega Ibra

MEDAN, Waspada.co.id – Kasus sengketa penunggakan gaji pemain naturalisasi, Mohamadou Al Hadji dan Mamadou Diallo, dengan PSMS Medan yang pernah diperkuatnya pada Liga 2 Indonesia musim lalu hangat diperbincangkan.

Pasalnya, Al Hadji memenangi gugatan ke National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia terhadap PSMS. Alhasil, Ayam Kinantan diwajibkan membayar tiga bulan sisa gaji sebagaimana kontrak yang berakhir Desember 2019 lalu. Saat dikonfirmasi perihal kemenangan gugatannya, Al Hadji memilih bungkam dan enggan berbicara banyak.

“No comment soal itu. Biar kuasa hukum saya saja yang berbicara,” kata bek jangkung kelahiran Kamerun itu, Rabu (18/3).

Ditanya alasan melaporkan dan menuntut PSMS ke Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPl) dan NDRC Indonesia, Al Hadji juga memilih bungkam. Al Hadji tetap enggan berbicara tentang proses terjadinya hal tersebut.

“Saya sudah selesai dengan PSMS. Tidak ada hubungan apa-apa lagi. Seperti yang saya bilang soal itu, no comment,” imbuhnya.

Sebelumnya, manajemen PSMS menyebut akan mempelajari lebih dulu perihal tentang ada tidaknya kemungkinan mengajukan banding. Dalam amar putusan NDRC Indonesia tersebut, PSMS wajib membayar sisa tiga bulan gaji Al Hadji sebesar Rp150 juta dan diberi waktu 45 hari setelah putusan untuk banding.

“Ya, kita akan pelajari lebih dulu, sebab kita punya waktu 45 hari. Kalau kita banding dan hukumannya malah lebih berat ngapain?! Makanya kita pelajari dulu,” kata Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja, baru-baru ini.

Selain Al Hadji, PSMS juga digugat Mamadou Diallo. Berbeda dengan Al Hadji, Diallo gagal memenangi gugatannya dan PSMS dinyatakan menang. (wol/ari/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL