Virus Corona Ancam Dunia, Operator Telekomunikasi Ketiban Untung

Ilustrasi. Virus Corona. (Nicolas Asfouri/AFP)

JAKARTA, Waspada.co.id – Global System for Mobile Communications Association (GSMA) mengatakan virus Corona Novel 2019 (2019-nCoV) yang berasal dari Wuhan, China turut memberikan dampak terhadap industri telekomunikasi. Penggunaan ponsel atau komputer akan meningkat seiringan dengan peningkatan penggunaan data internet di seluruh dunia.

Head of Asia Pacific GSMA, Julian Gorman mengatakan peningkatan data ini terjadi karena adanya pembatasan perjalanan di beberapa negara akibat mewabahnya virus corona 2019. Hal ini membuat banyak orang enggan keluar dari rumah.

“Saya pikir kita akan melihat banyak orang akan lebih sedikit berpergian dan akan banyak komunikasi lewat mobile. Saya pikir virus corona akan mendorong orang untuk mengadopsi penggunaan mobile,” kata Gorman kepada awak media di bilangan Thamrin, Jakarta, Kamis (6/2).

Gorman mengatakan interaksi dunia maya lewat chat atau pesan singkat juga akan melonjak dengan adanya penyebaran virus corona. Penggunaan teknologi berbasis mobile seperti pemesanan makanan dan pembayaran mobile juga akan meningkat.

“Saya pikir kita akan melihat lonjakan penggunaan SMS yang digunakan untuk saling berkomunikasi,” kata Gorman.

Advertisement

Di sisi lain, Gorman mengatakan 5G akan memberikan keuntungan bagi orang-orang yang memutuskan untuk tidak keluar dari rumah.

Ia mengatakan 5G akan memberikan berbagai teknologi baru seperti virtual reality dan augmented reality yang membuat masyarakat dapat merasa berada di lokasi tertentu meskipun ia tak sedang berada di lokasi itu.

“Di masa depan mungkin orang tinggal menggunakan headset dan sudah bisa merasakan pengalaman asli untuk berlibur ke Bali,” ujar Gorman.

Gorman GSMA selaku Mobile World Congress (MWC) 2020 di Barcelona, Spanyol memastikan MWC akan tetap berlangsung pada akhir Februari. Gorman mengatakan pihaknya akan memastikan bahwa pengunjung akan diberikan disinfektan secara berkala.

Ia juga mengatakan akan ada kampanye untuk meningkatkan kesadaran orang tentang kebersihan pribadi dan mencuci tangan mereka. Kemudian akan ada saran di pintu masuk agar panitia dan peserta satu sama lain tidak saling berjabat tangan.

“Kami akan memonitor situasi bersama pemerintah Spanyol, pemerintah Barcelona, WHO, dan penasihat lain untuk memastikan bahwa segala sistem dan protokol berjalan dengan baik,” kata Gorman. (cnnindonesia/ags/data3)