Survei: Soeharto Presiden Paling Disukai

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari(16/2/2020).(Foto: KOMPAS.com)

JAKARTA, Waspada.co.id – Lembaga Survei Indo Barometer merilis hasil survei tentang Presiden paling disukai rakyat Indonesia. Hasilnya, Presiden kedua Indonesia, Soeharto ternyata paling disukai oleh masyarakat.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, menyebut tingkat kesukaan pada Soeharto dengan angka 23,8 persen. Disusul Joko Widodo 23,4 persen, Soekarno 23,3 persen, Susilo Bambang Yudhoyono 14,4 persen, BJ Habibie 8,3 persen, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur 5,5 persen, dan Megawati Soekarnoputri 1,2 persen.

Qodari membeberkan alasan dan indikator yang menjadikan Soeharto paling disukai masyarakat. Di bidang pendidikan, Soeharto dianggap berhasil membangun SD Inpres. Di bidang kesehatan dan kesejahteraan membangun puskesmas serta membangun perumahan rakyat (Perumnas) di seluruh Indonesia. Soeharto juga dianggap relatif bisa menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok.

“Soeharto dapat dianggap sebagai presiden paling lengkap dalam sejarah Indoneia,” kata Qodari.

Qodari menambahkan, Soeharto juga dianggap berjasa dalam membangun infrastruktur dasar. Seperti jalan, jembatan, waduk dan seterusnya. “Hanya saja kekurangannya adalah minimnya kebebasan dan demokrasi,” ucap Qodari.

Advertisement

Pamor Soeharto Terus Turun
Meskipun kesukaan masyarakat terhadap Soeharto tetap tertinggi, namun seiring berjalannya waktu, pamor Presiden yang berkuasa 32 tahun itu terus mengalami penurunan.

“Kesukaan pada Soeharto misalnya turun signifikan dari 36,5 persen di tahun 2011 menjadi 23,8 persen di tahun 2020. Untuk Presiden paling berhasil, turun dari 40,5 persen di tahun 2011 menjadi 32,9 persen di tahun 2018,” kata Qodari.

Qodari menegaskan, siapapun yang ingin menjadi presiden 2024, perlu melihat presiden sebelumnya untuk dijadikan benchmark. Utamanya dari para presiden yang paling disukai atau dianggap berhasil oleh masyarakat Indonesia. “Setidaknya sebagaimana terlihat dari survei,” tandas Qodari.

Untuk diketahui survei ini menggunakan sebanyak 1200 responden, dengan margin of error sebesar lebih kurang 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling dan untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Waktu pengumpulan data pada tanggal 09 15 Januari 2020. (merdeka/ags/data3)