Si Cantik Maria Sharapova Resmi Gantung Raket

foto: twitter

NEW YORK, Waspada.co.id – Si cantik Maria Sharapova memutuskan untuk gantung raket alias pensiun pada Rabu (26/2). Kabar pensiun tersebut disampaikan langsung oleh Sharapova dalam sebuah tulisannya untuk Vogue and Vanity Fair.

Keputusan petenis Rusia tersebut gantung raket dikarenakan dirinya tengah mengalami cedera bahu. Ini menjadi salah satu penghalang bagi dirinya untuk kembali beraksi di lapangan dan meraih prestasi lagi.

“Bagaimana Anda menjauh dari lapangan tempat Anda berlatih sejak kanak-kanak, permainan yang Anda cintai. Olahraga di mana Anda menemukan keluarga, bersama fans yang mendukung Anda lebih dari 28 tahun?”

“Saya baru untuk yang satu ini, jadi tolong maafkan saya. Tenis, saya mengucapkan selamat tinggal,” tulis Sharapova.

“Mengenang kembali ke masa lalu, aku menyadari tenis sudah menjadi gunung untuk diriku. Aku berjalan menyusuri lembah dan berliku-liku, tapi pemandangannya dari puncak luar biasa. Tapi usai 28 tahun (menggeluti tenis -red) dan lima titel grand slam, aku siap untuk mendaki gunung lain, untuk bersaing di medan yang berbeda.”

Advertisement

“Namun, perjuangan mengejar kemenangan-kemenangan tidak akan pernah sirna. Tak peduli apa yang menanti, fokusku akan tetap sama, juga etos kerja dan pelajaran yang sudah aku petik sepanjang jalanku sejauh ini. Untuk sementara ini ada beberapa hal sederhana yang ingin aku lakukan: kebersamaan dengan keluargaku. Duduk di depan secangkir kopi pada pagi hari. Weekend getaway yang spontan. Sesi latihan sesuai pilihan (halo kelas dansa!)” tuturnya.

Sharapova sendiri berhasil menorehkan lima gelar juara grand slam sepanjang karier profesionalnya. Wanita anggung berusia 32 tahun tersebut terakhir kali juara grand slam pada Prancis Terbuka 2014 lalu. Di final, mantan ratu tenis dunia itu menumbangkan Simona Halep (Rumania) 6-4, 6-7 (5-7), 6-4.

Prestasi gemilangnya juga ditandai juara Wimbledon 2004 saat masih berusia 17 tahun. Prancis Terbuka dijuarai pada 2012 dan 2014 dilengkapi trofi AS Terbuka 2006 dan Australia Terbuka 2008. Medali perak Olimpiade 2012 di London juga digenggamnya.

Selain beragam sukses yang diraih, mantan petenis nomor satu dunia itu juga sempat mengalami periode buruk dalam karier saat gagal tes doping jelang Australia Terbuka 2016. Masha, sapaan akrabnya, diketahui positif mengonsumsi zat meldonium. Alhasil, Sharapova harus menjalani skorsing selama 15 bulan.(wol/aa/dailymail/data2)

editor: AUSTIN TUMENGKOL