Sebarkan Berita Hoax “Korban Peluru Nyasar,” Fajar Mursalin Dituntut 1 Tahun Penjara

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Menyebarkan berita bohong melalui grup WhatsApp,
terdakwa Fajar Mursalin (20) dituntut 1 tahun penjara di Pengadilan Negeri Medan, Ruang Cakra V, Jumat (21/2).

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nelson, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45 A ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Maka dengan ini, meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara kepada terdakwa,” tutur jaksa kepada majelis hakim yang diketuai, Erintuah Damanik.

Usai pembacaan tuntutan, hakim menutup persidangan hingga pekan depan dengan agenda pledoi.

“Sidang kita lanjuti sampai pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa (pledoi),” tutup hakim.

iklan

Diketahui, kasus bermula pada tanggal 27 September 2019 sekira pukul 16.00 WIB terjadi peristiwa unjuk rasa yang dilakukan kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi termasuk UMSU yang dilakukan di Gedung DPR Sumut, dimana di beberapa titik depan Kantor DPRD Sumut dan di depan Kantor Kodim Medan terlihat beberapa mahasiswa yang berorasi.

Pada waktu yang bersamaan, terdakwa Fajar Mursalin mendapat pesan dari grup yang berisikan foto seorang laki-laki terbaring tak berdaya yang dalam kondisi ditandu, serta dengan tulisan “Korban peluru nyasar Mahasiswa Fakultas Hukum UMSU Adinda Anies Akarni. Kejadian tadi sore dan dirawat di rumah sakit PUTRI HIJAU MEDAN.”

Dengan keadaan sadar, tanpa melakukan pengecekan informasi terlebih dahulu, terdakwa Fajar Mursalin langsung membagikan/meneruskan isi pesan tersebut ke beberapa grup media social WhatsApp. Naasnya, berita yang di terima dan dibagikannya itu adalah berita bohong.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan