Sabrina Tertarik Pelajari Pengelolaan Sampah dari Malaysia

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Produksi sampah di Sumatera Utara yang mencapai 10.091 ton/hari atau 3.683.135 ton/tahun menjadi persoalan tersendiri bagi pemerintah daerah. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Hj R Sabrina pun tertarik dengan Malaysia yang dinilai berhasil mengelola sampah.

“Saya harus belajar dari Malaysia soal kebersihan. Bagaimana pengolahan sampah mulai dari limbah rumah, karena selain regulasi pasti ada faktor lainya yang membuat warga Malaysia khususnya di Penang tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Sabrina ketika menerima kunjungan Konsul Jenderal Malaysia di Medan YM Aiyub Bin Omar bersama rombongan di Medan, Kamis (13/2).

Sabrina menyampaikan lebih tertarik belajar dari Malaysia lantaran dari kultur dan budaya Sumut tidak jauh berbeda. Sehingga apa yang sudah dilakukan di Malaysia sangat mungkin untuk diterapkan di Sumut.

“Malaysia itu kultur dan budayanya tak jauh berbeda dengan Sumut. Jadi mungkin apa yang sudah dilakukan di Malaysia bisa juga kita terapkan di sini. Sebab ke depannya Pemprovsu akan meningkatkan pengelolaan sampah dan limbah,” ungkap Sabrina.

Sampai saat ini, Sumut menghasilkan timbunan sampah 10.091 ton/hari atau 3.683.135 ton/tahun. Namun yang terkelola baru 11 %. Agar sampah dapat dikelola dengan baik, Pemprovsu membangun Pusat Daur Ulang (PDU) di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang. PDU ini mengubah sampah menjadi kompos, biogas, dan bahan bakar untuk produksi.

iklan

Selanjutnya, Sabrina pun mengapresiasi atas ikut sertanya Malaysia dalam hajatan setiap tahun yang diadakan oleh Pemprovsu yakni Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) yang sekarang telah berganti nama menjadi Sumut Fair.

Sebelumnya, Konsul Jenderal Malaysia di Medan mengatakan bahwa tahun ini Malaysia juga akan ambil bagian pada kegiatan Sumut Fair. Akan tetapi tahun ini sedikit berbeda karena tidak hanya Kerajaan Pulau Pinang, tapi juga akan menampilkan pameran pendidikan dan sektor wisata dari Malaysia.

Terkait pengelolaan sampah di Malaysia, Aiyub menjelaskan bahwa warganya sejak usia belia sudah diajarkan berpikir dan bertindak untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan demikian, tercipta generasi yang gemar buang sampah pada tempatnya.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan