Pengembangan Karyawan Kunci Keberhasilan Perusahaan * Investasi MUFG di Bank Danamon

Bank Danamon menggelar kegiatan training/workshop untuk peningkatan SDM karyawannya.
Iklan

Waspada.co.id – SEJAK 1 Mei 2019 MUFG Bank, institusi keuangan ternama di dunia dan nomor satu di Jepang, resmi memiliki 94.1% saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon). Masuknya pemilik baru membawa sejumlah perubahan di institusi keuangan berusia hampir 64 tahun itu. Salah satunya adalah di bidang Sumber Daya Manusia (SDM).

Tujuannya tak lain adalah untuk pengembangan kapasitas 12 ribu karyawan Bank Danamon agar siap bersaing. Hal ini disampaikan Direktur Utama Bank Danamon, Yasushi Itagaki, di sela-sela kunjungannya ke Kota Medan belum lama ini.

“Akuisisi yang dilakukan MUFG tentunya, tidak hanya mempertimbangkan jangka pendek melainkan menengah dan panjang,” ujar pria kelahiran Osaka tahun 1964 tersebut.

MUFG Bank adalah institusi keuangan Jepang yang sudah berusia lebih dari 360 tahun. Kehadirannya di Indonesia sudah cukup lama. Tepatnya 102 tahun yang lalu saat bank yang dahulu bernama Yoko-hama Specie Bank ini membuka kantor cabang pertamanya di Surabaya pada 1918. Disusul Jakarta, Medan, Bukittinggi, Yogyakarta, Solo, dan Malang.

Bank Danamon menerima penghargaan Human Resources Excellence Awards 2019 yang
diselenggarakan oleh Human Resources Online Singapore pada 21 November 2019.

Sejak MUFG memiliki Bank Danamon satu tahun lalu, sejumlah pencapaian telah diraih termasuk menuntaskan penggabungan usaha dengan Bank Nusantara Parahyangan dan menjadi Bank Buku IV serta memperkuat kapabilitas SDM melalui manfaat keahlian global MUFG.

iklan

Investasi MUFG di Bank Danamon juga menghasilkan sejumlah kerja sama dengan perusahaan-perusahaan terkemuka diantaranya PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia dan PT Daimler Commercial Vehicle dalam pembiayaan dealer dan Investree, sebuah perusahaan tekfin, selaku penyedia pembiayaan peer to peer.

Tidak hanya fokus pada kemitraan institusi, pengembangan SDM juga menjadi prioritas Bank Danamon. Salah satu best practice yang ingin diterapkan MUFG di Bank Danamon adalah memberikan kesempatan bagi karyawan melakukan internal movement atau peluang bekerja di unit kerja lain di dalam MUFG Group. Hal ini memungkinkan karyawan untuk bekerja di cabang MUFG Bank yang tersebar di beberapa negara.

Melalui kemitraan yang kuat tersebut, karyawan juga mendapat kesempatan mengikuti program magang intensif selama tiga bulan di kantor pusat MUFG Bank di Tokyo, atau di sejumlah mitra perbankan lain MUFG seperti Krungsri Bank di Thailand, Security Bank di Phillippines serta Vietin Bank di Vietnam.

“Karyawan Danamon memiliki akses kepada program pelatihan MUFG Group di dalam maupun luar negeri,” jelas Yaz, sapaan akrab Yasushi.

Dengan kehadiran MUFG, karyawan Bank Danamon memiliki akses ke Digital Innovation Center milik MUFG Bank yang berada di Silicon Valley, California, New York, London, dan Singapura yang dapat memperkuat kemampuan digital karyawan yang tentunya akan membantu dalam melayani kebutuhan nasabah.

“Selain mengikuti perkembangan zaman, juga untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang saat ini haus teknologi dan tidak ingin disibukkan dengan aktivitas mengantri ataupun lainnya,” ungkap Yaz.

Sehingga, terangnya, dengan kemudahan yang diberikan Bank Danamon akan memberikan kenyamanan, keamanan, dan yang utama adalah praktis bagi nasabah khususnya nasabah milenial. Selain itu, lanjutnya, dengan transformasi layanan digital perbankan memberikan dampak positif dalam menekan biaya operasional.

Kegiatan Training Center di gelar di Danamon Corporate University lebih mengedepankan
konsep kenyamanan dan ketenangan.

Keberadaan Danamon Corporate University, pusat pelatihan karyawan yang terletak di Ciawi, Jawa Barat juga merupakan salah satu wujud nyata keseriusan Bank Danamon dalam pengembangan karyawan. Di dalam kompleks bangunan ala kampus ini terdapat fasilitas mumpuni seperti ruang kelas, arena olahraga serta asrama dan juga area ballroom masif.

Keberadaan pusat pelatihan cukup penting, di mana corporate university berperan tidak cuma sekadar pemberian pelatihan, tapi juga dapat menjadi assestment center dan think thank perusahaan. Bank Danamon juga sudah menerapkan digital learning kepada karyawannya, sehingga memudahkan proses belajar karena dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Selain itu, ada juga program D-talk di mana perusahaan kerap mengundang pakar-pakar dari berbagai industri sebagai pembicara untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam acara seminar atau workshop.

Guna melahirkan SDM unggul khususnya dalam industri perbankan, Bank Danamon rutin melaksanakan program DBT (Danamon Bankers Trainee), sebuah program Management Trainee yang terbuka bagi mereka yang baru lulus kuliah di mana peserta mendapat pembelajaran terstruktur yang akan memberi pengalaman menyeluruh tentang proses, peraturan, manajemen risiko, produk, dan layanan bisnis perbankan yang mencakup area back, middle
Dan front office.

Peserta DBT akan melewati dua fase pelatihan. Pertama, fase pembelajaran in-class selama lima bulan, dilanjutkan fase project assignmentyang berjalan selama tujuh bulan. Dua tahun terakhir, program DBT digelar dua kali setahun dengan partisipan mencapai 50 orang. Tahun ini, Bank Danamon akan melaksanakan program DBT sebanyak empat kali dalam setahun dan melibatkan lebih banyak partisipan, sekitar 200 peserta. (wol/aa/ham/rel)

Iklan