Menurut Survei, Mayoritas Masyarakat Indonesia Masih Ingin Pemimpin Muslim

Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno (tengah) (Foto: Kompas.com)

JAKARTA, Waspada.co.id – Sebagian besar masyarakat yang ada di Indonesia disebut masih ingin calon presiden dan wakil presiden dari kalangan muslim atau pemeluk agama Islam. Hal itu disebut oleh hasil survei Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) baru-baru ini.

Sebanyak 68,2 persen responden masih ingin capres-cawapres muslim, sedangkan 25,2 persen tidak masalah capres-cawapres dengan agama apa pun.

Kemudian 2,7 persen ingin capres muslim dan cawapres non muslim, 0,6 persen capres non muslim dan cawapres muslim, 0,5 persen ingin capres-cawapres non muslim serta 2,9 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

“Memang pemilih kita juga rada-rada rasis gitu, karena mereka melihat latar belakang agama. Padahal kita hampir 76 tahun merdeka tapi latar belakang agama masih menjadi persoalan,” kata Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 23 Februari 2020.

Adi berharap dalam 4-5 tahun ke depan, latar belakang agama ini tidak menjadi persoalan lagi dalam memilih calon pemimpin. Tetapi masyarakat lebih condong melihat kinerja.

Advertisement

Berbeda dengan agama, masyarakat disebut lebih terbuka lagi dalam persoalan kesukuan alias tidak condong lagi ke suku Jawa. Sebanyak 60,8 persen tidak masalah capres-cawapres dari suku apa pun, sedangkan yang ingin capres-cawapres Jawa hanya 21,1 persen saja.

“Ternyata saat ini soal Suku Jawa dan non Jawa sudah enggak penting lagi. Ini menjadi kabar baik bagi perkembangan demokrasi kita ke depan. Jadi sudah tak relevan lagi mempertanyakan dia Jawa atau bukan Jawa,” ujar Adi.

Survei ini dilakukan pada awal Februari dan mengambil responden sebanyak 2.197 yang tersebar secara proporsional di 220 desa/kelurahan di 34 provinsi. Responden diwawancara lewat tatap muka, dengan tingkat kepercayaan survei adalah 95 persen dengan margin of error sebesar 2,13 persen. (vivanews/ags/data3)