Menkumham Persilakan Habib Rizieq Pulang ke Indonesia

Istimewa
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Anggota Komisi III DPR Muhammad Syafi’i mempertanyakan soal pemulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Hal itu disampaikan Syafi’i, anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut saat rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III dengan Menteri Hukum dan HAM di Ruang Rapat Komisi III DPR pada Selasa, 25 Oktober 2020.

Menurut Syafi’i, penjelasan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia bahwa Habib Rizieq itu tidak bisa pulang karena dicekal oleh pemerintah Arab Saudi. Namun ternyata, pemerintah Arab Saudi membantahnya dan mengatakan tidak mencekal Habib Rizieq.

“Cuma dia tambah atas permintaan pemerintah Republik Indonesia. Saya kira berita tentang itu, dokumen tentang itu sudah sangat banyak tersebar di masyarakat,” kata Syafi’i sebagaimana dikutip dari VIVAnews.

Untuk itu, Syafi’i minta penjelasan kembali kepada Yasonna kenapa sampai saat ini Habib Rizieq belum juga kembali ke Tanah Air. “Apa yang menyebabkan tidak bisa pulang, apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam rangka menjalankan tujuan republik ini. “Melindungi segenap bangsa Indonesia,” ujarnya.

iklan

Habib Rizieq Silakan Pulang
Menteri Yasonna akhirnya menanggapi pertanyaan tersebut. Dia mengatakan, pemerintah tidak mencekal Habib Rizieq untuk masuk ke Indonesia. Menurut dia, Habib Rizieq bisa pulang ke Indonesia kapan saja.

“Soal Habib Rizieq, kalau Beliau mau masuk ya masuk aja. Kita enggak ada daftar cekal, enggak ada daftar tangkal di kita, kalau mau masuk (Indonesia), masuk,” kata Yasonna.

Ia menjelaskan informasi dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM tidak ada data penangkalan terhadap Habib Rizieq. Apalagi, permintaan cekal dari lembaga hukum atau lainnya juga tidak ada terhadap Habib Rizieq. Maka, Habib Rizieq bisa kembali kapan saja.

“Yang mengatakan yang bersangkutan ditangkal untuk masuk Indonesia, tidak ada. Dalam sistem free, anytime kalau Beliau mau masuk ya masuk saja. Paling tidak, dari sisi keimigrasian yang saya tahu itu tidak ada,” jelas dia.

Namun Yasonna mengaku belum melihat ada surat kalau Habib Rizieq dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia. “Kami belum melihat itu,” ujar dia. (vivanews/ags/data3)

Iklan