Jaminan Kematian BPJamsostek Naik 75 Persen

Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziah (Ist)
Iklan

Jakarta, Waspada.co.id – Berbagai peningkatan manfaat bagi BPJamsostek disambut baik dari semua pihak, khususnya bagi peserta.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziah mengatakan, berbagai peningkatan manfaat dari BPJamsostek diperuntukkan sebagai jaring pengaman untuk mencegah risiko sosial ekonomi agar pekerja dan keluarganya mendapatkan perlindungan ketika terjadi risiko kecelakaan maupun kematian saat bekerja.

“Pemerintah terus berusaha meningkatkan perlindungan yang optimal bagi pekerja Indonesia melalui evaluasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan. Diharapkan manfaat perlindungan ini, para pekerja dapat melaksanakan aktifitas bekerja dengan nyaman dan aman,” tuturnya kemarin.

Salah satu manfaat jaminan sosial yang mengalami kenaikan yakni Jaminan Kematian (JKM) yang naik hingga 75 persen. Selama ini manfaat program JKM yang diterima ahli waris terdiri dari santunan kematian yang diberikan secara sekaligus dan berkala selama 24 bulan, bantuan biaya pemakaman dan beasiswa untuk 1 orang anak dengan total manfaat sebesar Rp24 juta. Namun, dengan disahkannya peraturan ini total manfaat santunan JKM meningkat sebesar 75 persen menjadi Rp42 juta. Hal ini tidak terlepas dari kepedulian pemerintah untuk membantu meringankan beban pekerja atau keluarganya yang ditinggalkan.

“Adapun perincian santunan kematian program JKM naik dari Rp16,2 juta menjadi Rp20 juta, santunan berkala meninggal dunia dari Rp6 juta untuk 24 bulan menjadi Rp12 juta, dan biaya pemakaman naik dari Rp3 juta menjadi Rp10 juta,” jelasnya.

iklan

Selain manfaat diatas, program JKM juga memberikan bantuan beasiswa dengan perubahan poin-poin yang sama dengan manfaat program JKK, yaitu maksimal mencapai Rp174 juta untuk dua orang anak.

Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto menambahkan berterima kasih kepada Presiden Jokowi dan semua Kementerian/Lembaga yang telah mendukung peningkatan manfaat program JKK dan JKM.

“Karena hal ini akan sangat membantu meringankan beban pekerja dan keluarganya yang mengalami risiko kecelakaan kerja dan kematian, serta merupakan bukti nyata kehadiran negara untuk memberikan perlindungan bagi pekerja formal dan informal,” tandasnya.(wol/rls/data3)

Iklan