Ijeck: Semoga Museum Negeri Sumut Jadi Magnet Wisata Baru

Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah. (Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu)

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) akan merenovasi dan membenahi Museum Negeri Sumut tahun ini. Diharapkan dapat menjadikan museum kebanggaan masyarakat Sumut ini sebagai magnet wisata baru.

“Sesuai visi misi Bapak Gubernur untuk melakukan peningkatan jumlah wisatawan yang datang dan mengedukasi sejarah kepada anak-anak kita. Mudah-mudahan dengan renovasi ini, museum negeri bisa menjadi magnet wisata di Sumut,” ujar Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah, Rabu (5/2).

Didampingi Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprov Sumut M Fitriyus, Plt Kepala BPKAD Ismael Sinaga, Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Balitbang Sumut Martina Silaban dan Kepala UPT Museum Negeri Sumut Sugiarto, Wagub meninjau seluruh bangunan museum yang terletak di Jalan HM Joni Medan tersebut.

Sejak diresmikan pertama kali tahun 1982, museum yang kini menyimpan sekitar 7.000 koleksi ini belum pernah direnovasi secara keseluruhan. Padahal, museum yang berdiri di atas lahan seluas 10.468 m² tersebut diharapkan dapat mengikuti perkembangan zaman sehingga menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

“Setelah kita lihat perkembangan yang ada saat ini ternyata sudah banyak museum yang memasukkan konsep digital di dalamnya. Kondisi seperti inilah yang sesuai keinginan anak-anak kita yang mulai serba digital. Mereka tidak akan tertarik untuk datang ke sini (museum), karena masih menggunakan pola lama,” ujar Wagub yang akrab disapa Ijeck.

Advertisement

Ijeck pun menjelaskan renovasi dilakukan agar fasilitas Museum Negeri Sumut mengikuti perkembangan zaman. Tujuannya agar edukasi tentang sejarah bisa sampai ke anak-anak, terutama yang masih sekolah. Selain itu agar pengunjung dari luar Sumut hingga mancanegara semakin banyak berminat datang ke museum.

Terpisah, sejarawan asal Sumut Phil Ichwan Azhari mengapresiasi rencana renovasi museum. Namun, menurutnya, sebaiknya renovasi juga diarahkan untuk menyiapkan ruangan konservasi yang standar yang belum ada saat ini.

“Banyak koleksi museum seperti pustaha (manuskrip kuno) Batak yang berjumlah sekitar 250 manuskrip terancam musnah yang mengalami kerusakan karena tidak memiliki ruangan penyimpan yang cocok dengan pengaturan suhu yang sesuai untuk kertas kuno. Juga manuskrip Islam cukup banyak yang tidak tertangani karena ketiadaan ruangan. Banyak juga arca termasuk prasasti yang ditempatkan tidak pada tempat yang layak,” ujar Ichwan.

Selain renovasi, jumlah koleksi museum juga perlu terus ditambah. Apalagi Sumut memiliki banyak warisan sejarah dan budaya, buku hasil pemikiran cendekiawan Sumut, koleksi uang kuno, benda prasejarah, emas kuno, arca perunggu abad 7 sampai 18 serta ribuan manik-manik kuno. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL