Gubsu Ingatkan Pentingnya Tempuh Pendidikan dan Tuntut Ilmu

MEDAN, Waspada.co.id – Ada yang istimewa dengan upacara bendera di Yayasan Dharma Pancasila, Jalan Dr Mansyur Medan, Senin (3/2). Istimewanya, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menjadi pembina upacara.

Kedatangan Gubsu disambut hangat oleh para kepala sekolah, guru, dan siswa yang ditandai dengan pengalungan bunga kepada Edy oleh para siswa TK. Kemudian Gubsu menyapa para guru dan siswa peserta upacara.

Ada beberapa arahan dan pesan yang disampaikan kepada siswa. Dikatakan, pendidikan atau menuntut ilmu merupakan aset yang nilainya tidak pernah turun atau habis. Sebaliknya malah akan memberikan nilai tambah, tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga memberi manfaat bagi orang lain.

“Itulah pentingnya belajar. Seperti cita-cita negara kita ini, salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa. Lawan rasa malas, yakinkan bahwa lelah kalian belajar hari ini akan terbayar,” ujar Edy.

Selain belajar, Edy mengingatkan hal lain yang lebih penting untuk diperhatikan adalah memiliki budi pekerti atau akhlak yang baik. Kepada para guru, Edy meminta agar memberikan teladan yang baik selama siswa berada di sekolah. Memberikan usaha terbaik dalam mengajar dan mendidik para generasi penerus Sumut.

Advertisement

Usai upacara, Edy pun meninjau sarana prasarana di lingkungan Yayasan Dharma Pancasila. Keberlanjutan SMK yang baru dimiliki yayasan diharapkan Edy agar diperhatikan sehingga nantinya bisa berkembang dan memiliki lebih banyak jurusan.

Plt Kadis Pendidikan Sumut, Arsyad Lubis, juga menyampaikan bahwa Gubernur memiliki perhatian sangat besar terhadap dunia pendidikan. Selain aktif mengunjungi sekolah-sekolah, perhatian lain juga telah dilakukan untuk mendukung upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan di Sumut.

“Peningkatan pelayanan dan manajemen pendidikan melalui sistem elektronik, pencanangan Gerakan Sekolah Cerdas Bermartabat (GSCB), pemerataan kualitas dan program guru terbang melalui Gerakan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), mewujudkan guru non PNS sejahtera dengan penambahan honor, revitalisasi SMK pertanian, dan lainnya,” jelas Arsyad.

Kepala SMA Dharma Pancasila, Ibrahim Daulay, menjelaskan sekolah binaan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumut ini baru saja memiliki SMK. Dengan jumlah siswa 20 orang sebagai angkatan pertama, SMK Dharma Pancasila terdiri atas jurusan Multimedia dan Busana. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL