Dinkes Sumut Karantina 64 WNA dan WNI Antisipasi Corona

foto: istimewa
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara mengarantinakan sejumlah 68 Warga Negara Asing (WNA) dan WNI yang tiba dari China selama 14 hari mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

Kadinkes Sumut, Alwi Hasibuan, mengatakan ke 68 orang saat ini masuk dalam pengamatan tim kesehatan. Pengamatan ini sendiri dilakukan setelah melihat riwayat perjalanan ke delapan orang tersebut yang baru saja tiba dari negara terinfeksi virus Corona.

“Saat ini ke-68 orang itu diminta untuk sementara waktu tidak keluar rumah terlebih dahulu sampai masa inkubasi virus 14 hari ke depan tuntas,” katanya, Selasa (11/2).

Alwi menerangkan, selama proses pengamatan ini pihaknya bersama dengan KKP juga menurunkan tim untuk memantau perkembangan kesehatan ke-68 orang tersebut.

“Bentuk pengamatannya sewaktu-waktu. Bisa setiap hari, dua kali sehari, bisa seminggu sekali. Tergantung kebutuhannya,” terangnya.

iklan

Sementara itu, Kabid Pengendalian Karantina dan Surveilam Epidemiologi KKP Kelas I Medan, Rahmat Ramadhan Nasution, mengungkapkan sejumlah orang memang menjalani proses karantina rumah usai diperiksa di Kantor Kesehatan Pelabuhan baik di Pelabuhan Belawan maupun Bandara Kualanamu.

“Karantina rumah jadi karena sudah masuk ke Indonesia jadi ada penanggung jawabnya karena mereka setiap harinya bisa memantau dan pergerakan yang bersangkutan,” ungkapnya.

Rahmad menuturkan, mereka yang masuk dalam pengamatan ini tidak hanya warga negara Asing namun terdapat juga Warga Negara Indonesia yang dari riwayat perjalanan diketahui pernah singgah ke negara terjangkit Corona.

“Perlakuan kita lakukan sama baik itu WNA maupun WNI tetap kita minta untuk karantina di rumah selama 14 hari ke depan,” tuturnya.

Rahmad menambahkan, salah bentuk karantina rumah itu dilakukan di PLTA Mikro Hydro di Desa Kandibata, Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, sejak awal bulan ini. Namun, ia memastikan karantina rumah ini tidak hanya berlaku bagi WNA. WNI yang baru pulang dari China juga harus menjalaninya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan