Wakil Wali Kota Medan Disarankan Dari Kalangan Profesional dan Akademisi

Foto: Istimewa
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Bakal Calon (Balon) Wakil Wali Kota Medan, Dr H. Yohny Anwar menjadi salah satu nara sumber dan pembicara diskusi publik yang berlangsung di Aula FISIP USU Medan, baru-baru ini.

Acara diskusi publik dengan tema “Medan Mau Di bawa Ke mana” yang dihadiri puluhan mahasiswa itu berlangsung interaktif dan diselingi tanya jawab dipandu moderator M. Riza Hutasoit.

Sedang para pembicara selain Dr H. Yohny Anwar sebagai tokoh etnis dan birokrasi juga menghadirkan dari kalangan akademisi, Yurial Arief Lubis, Tokoh Pemuda Hendra Boang Manalu, dan M Iqbal Hareva dari Presiden Mahasiswa.

Mengawali diskusi, Yohny Anwar, memulai tentang kondisi Kota Medan sebagai Ibukota Provinsi Sumut dengan penduduk 2.893.000, 21 kecamatan dan 151 kelurahan yang dihuni oleh multi etnis dan berbagai suku bangsa.

Saat Belanda memasuki Kota Medan pada abad ke-18 waktu itu komoditi tembakau Deli sebagai salah satu primadona sehingga mengundang bangsa lain untuk datang ke Kota Medan.

iklan

Yohny menyebutkan, sebagai kebanggaan warga kotanya yang multi etnis itu perlu melakukan perubahan terhadap perilaku seperti disiplin berlalulintas karena sebagian sopir yang bertindak ugal-ugalan, membuang sampah pada tempat yang telah disediakan sehingga kota menjadi bersih dan nyaman.

Demikian juga sistem birokrasi juga perlu dibenahi sehingga tidak ada lagi pemimpin kita yang tersandung hukum.

Untuk itu, Yohny berpesan dan mengharapkan adik-adik mahasiswa turut serta berperan mengawasinya sehingga Kota Medan semakin maju dapat bersaing dengan kota lainnya di Indonesia.

Pada sesi kedua kalangan akademisi, Yurial Arief Lubis, pada kesempatan itu menyebutkan perlunya keterlibatan mahasiwa dan masyarakat dalam menjalankan suatu pemerintahan sehingga dapat berjalan dengan baik sebagaimana master plan yang telah terencana termasuk dalam penataan kota Medan.

Pasalnya, pemerintahan yang mengerti keinginan masyarakatnya digaransi akan berjalan kebijakan atau peraturan akan mendapat dukungan yang besar dari masyarakat. Lubis juga mengaku sistem politik yang terjadi saat ini tidak pernah tuntas dan sudah berapa kali menjerat Wali Kota Medan dalam kasus hukum.

Ditambah lagi, lemahnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan penyalahgunaan narkoba juga perlu menjadi perhatian sehingga ke depan Kota Medan menjadi bersih dan berubah tidak ada lagi pemimpin yang menghadapi masalah dan tersangkut hukum sebagaimana yang telah terjadi dalam berapa dekade ini.

“Kalau bisa dan kami berharap pemimpin Kota Medan atau Wakil Wali Kota Medan ke depan dijabat oleh yang berlatar belakang profesional dan akademisi yang dapat menjalankan roda pemerintahan dengan berbekal disiplin ilmu yang dimilikinya termasuk dalam penataan Kota Medan ke depan,” sebutnya.

“Contohnya, seperti penataan oota atau letak Kantor Gubsu dan Kantor Wali Kota Medan saat inibsudah tidak cocok lagi dan terlihat semrawut karena berdampingan dan berdekatan dengan sekolah, perkantoran, tempat perbelanjaan mewah, hotel yang menjulang tinggi, rumah makan dan lainnya sehingga tidak nyaman dan kerap terjadi kemacatan,” pungkasnya. (wol/gacok/data3)

Editor: Agus Utama

Iklan