Polisi Buru 3 DPO Pembunuh Mantan Wartawan dan Caleg Nasdem

Istimewa

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Dit Reskrimum Poldasu bekerja sama dengan Polres Labuhanbatu masih memburu tiga lagi tersangka pembunuh Maraden Sianipar, mantan wartawan serta Maratua Parasian Siregar, mantan Caleg Nasdem.

“Tiga tersangka masih DPO mudah-mudahan dapat segera ditangkap,” kata Direktur Reskrimum Poldasu, Kombes Andi Rian, Senin (13/1).

Andi Rian mengimbau supaya para tersangka (DPO) segera menyerahkan diri sebelum pihaknya melakukan tindakan tegas.

Sementara itu, lima orang tersangka lainnya yang sudah ditangkap masih ditahan di Polres Labuhan Batu sambil menunggu petunjuk jaksa soal BAP yang sudah dikirim.

“Lima tersangka masih kita tahan sambil menunggu petunjuk dari JPU. Jika berkasnya dinyatakan lengkap, mereka segera dikirim (P-22) untuk proses persidangan,” kata Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Jamakita Purba.

Advertisement

Ke 5 tersangka yakni, Victor Situmorang alias Pak Revi (55), Sabar Hutapea (55) alias Pak Tati, Daniel Sianturi (40), Jampi Hutahaean alias Katimin (42) dan otak pelaku pembunuhan Wibharry Padmoasmolo alias Harry, pemilik PT.KSU Amalia, warga Komplek Perumahan CBD Kelurahan Suka Damai Medan Polonia.

Terkait tiga DPO, AKP Jamakita Purba, mengatakan tiga tersangka lainnya masih DPO, initial JS alias Jos (20), Rik (20) dan HS (38).

“Ketiga tersangka lainnya masih terus kita buru. Mohon doanya untuk segera ditangkap. Kami mohon bantuan masyarakat untuk memberikan informasi keberadaan ketiga tersangka,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kapoldasu sebelumnya, Irjen Pol Agus Andrianto, mengultimatum ketiga tersangka yang masih DPO dalam waktu 1 minggu untuk segera menyerahkan diri, jika tidak akan diberi perhitungan hidup atau mati.

Agus juga meminta pihak keluarga pelaku untuk koperatif, apabila mengetahui keberadaan pelaku agar berkoordinasi kepada pihak kepolisian. Apabila ketiga pelaku tidak kooperatif, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas kepada para pelaku.

“Motif pembunuhan terkait lahan yakni PT KSU Amalia yang diusahai oleh Wibharry Padmoasmolo alias Harry. Tersangka Harry merasa usaha perkebunan kelapa sawmit miliknya itu selalu diusik oleh kedua korban. Kemudian, dia menyuruh security dan karyawannya berjumlah 8 orang untuk menghabisi Maraden Sianipar, mantan wartawan serta Maratua Parasian Siregar anggota LSM dan, mantan Caleg Nasdem,” pungkasnya.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN