Kebijakan Elpiji Naik Berdampak ke Pengendalian Inflasi

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Kebijakan kenaikan harga elpiji yang wacananya digulirkan oleh pemerintah akan membuat sejumlah wilayah di Indonesia tanpa terkecuali Sumut akan semakin kesulitan dengan pengendalian inflasi.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan bahwa sumbangan untuk kenaikan harga elpiji, harga rokok dan kenaikan iuran BPJS, sangat potensial menyumbang inflasi nasional sebesar lebih kurang 0,5-0,7 persen.

Target inflasi sesuai dengan sasaran BI di rentang 3 persen akan lebih banyak wilayah yang akan merealisasikan inflasi di batas atas target BI.

“Dan secara keseluruhan di tahun 2019 mampu keluar dari tekanan hebat setelah mengalami tekanan inflasi di 5.4 persen di tahun berjalan 2019, serta sempat di atas 6 persen posisi Years On Yearsnya,” ungkapnya.

Sumut mampu merealisasikan inflasi di bawah nasional bahkan di batas bawah target BI 2,5 persen. Di tahun 2019 Sumut mampu merealisasikan angka inflasi sebesar 2,33 persen.

Advertisement

“Capaian tersebut memang fantastis tetapi tahun 2020 ini tantangannya tak kalah besar, kenaikan iuran BPJS, rokok dan kemungkinan harga nantinya akan sangat membebani pengendalian inflasi Sumut. Diperkirakan menyumbang inflasi 0,5 persen hingga 0,7 persen,” terangnya.

“Jika Sumut ingin mengulang prestasi serupa, maka Sumut hanya diberikan ruang laju kenaikan inflasi sebesar 1,8 persen di 2020 ini, di luar kenaikan iuran BPJS, rokok dan elpiji,” tandasnya.(wol/eko/data3)

Editor: SASTROY BANGUN