Investasi Sumut Lesu, Ini Faktornya

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Di Tahun 2019 Investasi di Sumatera Utara sedang lesu. investasi hanya tumbuh sekitar 6 persen cukup jauh dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 11 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, menuturkan bulan lalu ada investor dari Korea, China melihat prospek Sumut. Ini harus bisa direalisasikan tahun 2020.

“Jika tidak investasi kita tidak tumbuh membaik, khawatir jika pertumbuhan investasi tidak didorong maka pertumbuhan ekonomi tidak akan membaik. Dijelaskan, konsumsi rumah tangga di Sumut diperkirakan tumbuh meningkat ditopang oleh perbaikan daya beli masyarakat,” tuturnya, Senin (13/1).

Investasi diperkirakan terakselerasi seiring dengan berlanjutnya berbagai proyek multiyears yang mendukung konektivitas di Sumut serta peningkatan investasi dari pihak swasta. Di samping itu, permintaan eksternal diperkirakan mengalami akselerasi di tahun 2020 seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi global.

“Berlanjutnya momentum perbaikan ekonomi tercermin juga oleh akselerasi lapangan usaha-lapangan usaha utama. Program replanting, implementasi biodiesel, kenaikan UMP dan perbaikan harga komoditas serta berlanjutnya proyek multiyears infrastruktur diprediksi menjadi faktor pendorong perekonomian dari sisi lapangan usaha utama,” jelasnya.

Advertisement

Meski terdapat peluang peningkatan permintaan domestik seiring dengan investasi swasta serta perluasan penerapan biodiesel, sambungnya, namun pertumbuhan ekonomi Sumatera 2020 dibayangi resiko bias ke bawah.

“Saat ini, investor masih wait and see akibat masih tingginya tantangan perekonomian global,” tandasnya.(wol/eko/data3)

Editor: SASTROY BANGUN