IKABA Gelar Maulid dan Peujame Aneuk Yatim

Iklan

BANDA ACEH, Waspada.co.id – Ikatan Kekeluargaan Aceh Barat (IKABA) yang diketuai Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menggelar Maulid dan Peujamee Aneuk Yatim di Pendopo Wali Kota, Minggu (25/1).

Acara Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dimulai dengan tampilan grup zikir maulid dari santri-santri Aceh Barat yang mondok di Dayah Thalibul Huda Bayu pimpinan Tgk Yahya Mounpasong. Dan lantunan merdu ayat suci Al Qur’an yang di bacakan saudara Sahibul Kiram, yang merupakan Qari cilik terbaik Aceh serta dilanjutkan dengan shalawat nabi.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, Sekjen IKABA, Ir M Husni Ibrahim, Bendahara, Alwin Abdullah, Rektor Universitas Teuku Umar, Jasman Ma’ruf, anggota DPRA asal Aceh Barat, yakni Tarmizi dan Fuadri serta para tokoh IKABA lainnya dan sejumlah pejabat jajaran Pemko Banda Aceh.

Maulid Nabi yang digelar di pendopo ini juga dirangkai dengan kegiatan menyantuni anak yatim (Peujame Aneuk Yatim). Aminullah bersama istri Hj Nurmiati AR dan Sekjen IKABA, Husni juga bersama istri turut menyerahkan santunan kepada 26 anak yatim/piatu dari Barat Selatan berdomisili di Banda Aceh.

“Suatu momen yang penting, melalui Maulid kita semua keluarga Aceh Barat yang ada di Banda Aceh dan sekitarnya dapat berkumpul bersama.” Kata Aminullah.

iklan

Menurut Aminullah, Maulid bertemakan “Dengan keteladanan Rasulullah SAW Kita Rajut Persaudaraan, Memperkokoh Persatuan Menuju Banda Aceh Gemilang” yang melibatkan seluruh warga dan tokoh Aceh Barat yang berdomisili di Banda Aceh ini mampu memperkuat kebersamaan untuk dapat memberikan kontribusi dalam hal pembangunan di Kota Banda Aceh dan juga daerah asal, kedepannya.

Aminullah pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih bagi keluarga IKABA yang telah hadir, “pada hari ini kita telah membangun ukhuwah. Maulid ini diselenggarakan dengan dukungan seluruh keluarga besar Aceh Barat.”

“Maulid ini kita selenggarakan sebagai rasa syukur kita terhadap kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Semoga dengan ini kita bisa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala,” tambahhnya.

Disamping itu, ia juga menyampaikan dampak ekonomi yang terjadi dengan terselenggaranya maulid di kota Gemilang. Ia menjelaskan, dengan adanya perayaan maulid ini bisa membawa berkah kepada para pedagang.

“Bagi Banda Aceh sendiri, dengan banyak maulid maka ekonomi semakin berputar. Karena banyaknya bahan makanan yang di belanjakan sehingga para pedagang pun sejahtera,” terang Aminullah.

Kemudian acara dilanjutkan dengan tausiah oleh ustad Dr Mufakhir Muhammad MA.

Di tempat yang sama itu, ketua panitia, Dr M Jamil Yusuf, menyampaikan laporan kepanitiaan dan menjelaskan bahwa ada empat acara utama, yaitu dikee (zikir), peujame aneuk yatim, tausiah dan juga kegiatan donor darah bekerjasama dengan PMI.

Acara ditutup dengan menikmati hidangan kenduri maulid bersama anak yatim dengan menu utama masakan Aceh, Bu Kulah dan Kuah Jruk Drien khas Aceh Barat. Juga berlangsung acara donor darah di halaman depan pendopo. (bandaacehkota/ags/data3)

Iklan