Temuan Reses: Indosat Diharapkan Lebih Perhatian Sama Warga Medan Perjuangan

emuan Reses, Indosat Kurang Perhatian Sama Warga Medan Perjuangan. (WOL Photo)

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Gerindra Hj Netty Yuniaty Siregar berjanji akan mendorong perusahaan swasta yang beroperasi di Kecamatan Medan Perjuangan untuk lebih peduli lagi kepada warga yang tinggal di wilayah perusahaan tersebut.

Pasalnya berdasarkan temuan saat Reses I Tahun 2019 Masa Sidang I, perusahaan yang bergerak di bidang provider ini sangat terbatas menyalurkan dana Corporate Social Responsibility atau CSR-nya.

“Melalui Komisi III nanti akan saya sampaikan. Kita akan panggil pihak Indosat. Kita akan pertanyakan kemana dana CSR mereka salurkan. Warga Medan Perjuangan butuh wadah untuk kegiatan positif, bukan hanya sekedar bak sampah. Kan bagus, usia produktif di kecamatan ini bisa terhindar dari perilaku negatif seperti narkoba dan pecurian jika mereka punya kegiatan lain. Apalagi kegiatan itu bisa dijadikan mata pencaharian,” katanya di sela-sela kegiatan reses di halaman kantor Camat Medan Perjuangan Jalan Pendidikan, Minggu (22/12).

Menyoal tempat panti pijat plus-plus berkedok reflexiologi yang ada di Jalan Negara, pihaknya juga akan memanggil Dinas Pariwisata Medan berikut pengelola tempat kesehatan tersebut. “Nanti kita juga akan panggil pengelolanya,” jawabnya.

Dalam kesempatan itu, Hj Netty tak lupa pula mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Medan Perjuangan, Medan Timur dan Medan Tembung yang telah hadir dan khususnya memilih dirinya pada April lalu.

Advertisement

“Insha Allah apa yang kita suarakan pada hari ini akan saya sampaikan pada sidang paripurna laporan reses dewan. Saya akan terus perjuangkan suara masyarakat khususnya Dapil III ini,” pungkasnya.

Sebelumnya Sekcam Medan Perjuangan Jul Ahyudi Solin dalam paparannya menyampaikan bahwa, permasalahan di Medan Perjuangan sangat komplex. Mulai dari sampah, banjir, pendidikan, kesehatan dan administrasi kependudukan adalah masalah yang selalu dikeluhkan warga.

“Belum lagi kurangnya dukungan CSR Indosat. CSR mereka ke kecamatan ini hanya bak sampah. Padahal masyarakat butuh lebih dari itu,” terangnya.

Warga Kelurahan Tegal Rejo, Sabariah Hanum Harahap, menjelaskan kalau di lingkungan tempat tinggalnya nggak ada Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk anak-anak dan remaja bermain, khususnya permainan tradisonal.

Alhasil, anak muda di Kecamatan Medan Perjuangan mudah terjerumus menggunakan narkoba. “Yang kedua, sejak ada proyek pengolahan limbah, air tengah malam baru hidup. Air PDAM sering macet, bahkan tidak hidup sama sekali,” ungkapnya.

Sementara itu di tempat yang sama Fahmi Hasibuan, warga Lingkungan VII Kelurahan Pahlawan keluhkan di Jalan Negara diduga banyak tempat maksiat berkedok reflexiologi. “Apakah ada izin atau tidak, kita tidak tahu. Mohon di tertibkan, karena tidak elok dilihat,” pintanya.

Menjawab semua pertanyaan warga, Sekcam Medan Perjuangan kembali menyatakan siap menampung seluruh aspirasi warga. Selanjutnya akan disampaikan ke musrenbang tingkat kecamatan dan pihak terkait. (wol/mrz/data3)

Editor: Agus Utama