Tak Bisa Kembali ke Indonesia, Nasib Rizieq Ada di Tangan Arab Saudi

foto: liputan6

JAKARTA, Waspada.co.id – Kedutaan Besar RI di Riyadh menyatakan bahwa nasib kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sepenuhnya ada di tangan pemerintah Arab Saudi.

Duta Besar RI untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel menuturkan kejelasan nasib Rizieq dan alasan dia tak bisa pulang ke Indonesia itu “ada di ranah otoritas Saudi.”

Melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Agus menuturkan pemerintah Indonesia tidak pernah menghalangi apalagi mencekal Rizieq untuk pulang ke Indonesia. Hal itu diutarakan merespons klaim Rizieq yang selama ini mengaku tak bisa pulang karena dicekal otoritas Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia.

Agus juga membenarkan pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI Mahfud MD bahwa Rizieq bermasalah dengan pemerintah Saudi sehingga tak bisa pulang ke Indonesia.

Sebab, menurut dia, pencekalan gugur jika dalam waktu enam bulan pihak yang dicekal tidak berhasil dibawa ke pengadilan. Sementara itu, sudah satu setengah tahun Rizieq mengasingkan diri ke Saudi.

Advertisement

Selain itu, Agus juga menuturkan bahwa seluruh perwakilan Indonesia, termasuk KBRI Riyadh, selalu terbuka membantu warga Indonesia yang tengah bermasalah di luar negeri.

Namun, ia meyakini KBRI tidak bisa memaksa untuk membantu para WNI yang bermasalah itu jika mereka menolak bantuan.

Kata dia, kasus WNI hilang dan tak pulang selama puluhan tahun pernah terjadi beberapa kali di Saudi. Setelah KBRI menemukan mereka, Agus menuturkan, beberapa dari WNI itu menolak bantuan KBRI untuk memulangkan.

“Kalau seperti itu, KBRI tidak bisa memaksa mereka untuk kembali karena mereka sudah merasa nyaman dan bahagia hidup di Saudi. Jadi kalo [Rizieq] menolak bantuan pemerintah RI ya KBRI tidak bisa maksa dong,” kata Agus.

Hal itu dikatakan Agus merujuk pada pernyataan Rizieq ke media pada Agustus lalu bahwa dia bersumpah tidak akan meminta bantuan pemerintah Joko Widodo yang dinilainya sebagai “pemerintah zalim” untuk pulang ke Indonesia.

Nasib Rizieq di Saudi kembali menjadi sorotan setelah mengklaim dihalangi pemerintah Indonesia untuk pulang. Melalui siaran video di akun YouTube FPI, Font TV, beberapa waktu lalu, ia bahkan menunjukkan bukti yang diklaim sebagai surat pencekalan dari pemerintah Indonesia.

Dengan bukti itu, Rizieq menyebut alasan selama ini berdiam di Saudi bukan karena takut terjerat kasus pidana, tapi karena ada pihak di Indonesia yang tak menginginkan dia pulang.

Rizieq bersama istri dan anaknya sudah lebih dari dua tahun menetap di Saudi. Perjalanannya ke Saudi terjadi setelah pihak kepolisian menjerat dengan sejumlah kasus hukum.

Akhir April 2017, ia pergi untuk ibadah umrah. Perjalanan itu dilakukannya sepekan sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi bersama Firza Husein.

Pendukung Rizieq menuding ada pihak-pihak di dalam negeri yang mencegah sang imam besar untuk pulang, salah satunya karena unsur politik. Mereka bahkan menyebut ada peran intelijen yang membuat Rizieq masih tertahan di negeri kerajaan.

Pemerintah membantah hal tersebut dan menyebutkan bahwa kepulangan Rizieq itu terhalang oleh masalah izin tinggal yang kedaluwarsa atau overstay.

Selama ini, Rizieq juga dikabarkan tidak pernah berkomunikasi dengan KBRI di Riyadh soal masalahnya hingga tak bisa pulang ke Indonesia. (cnnindonesia/ags/data2)