Suket Punya Kedudukan Sama Dengan Blanko E-KTP

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Medan, Zulkarnain, menyebutkan tidak ada bedanya antara Surat Keterangan (Suket) dengan e-KTP. Dengan adanya suket tersebut, dapat menggantikan fungsi identitas diri (e-KTP, red). Dikatakan, Mahkamah Konstitusi telah menetapkan suket sebagai alat pengganti yang sah secara nasional.

“Karena itu, kami berharap koordinasi serta pemahaman dari institusi-institusi pelayanan publik yang menggunakan KTP elektronik sebagai syarat-syarat administratif untuk kegiatan sosial ekonomi,” katanya, Jumat (6/12).

Mengingat ketersediaan blanko e-KTP yang sangat minim, pihaknya berharap kepada sejumlah pihak untuk memahami kondisi ini dengan arif dan bijaksana. Diakuinya, Disdukcapil Medan menerima 500 keping blanko e-KTP setiap bulannya dari Kemendagri. Sementara, permohonan pengajuan untuk mendapatkan e-KTP di Kota Medan berkisar 700-1000 keping setiap hari kerja.

“Jadi, 500 keping yang diterima tersebut digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat Kota Medan. Jadi kami juga menilai wajar masyarakat sebagian mengeluh dengan kondisi ini,” urainya.

Mantan Kepala Bappeda Kota Medan ini mengingatkan bahwa, pengadaan dan pencetakan blanko e-KTP dilaksanakan sepenuhnya oleh Kemendagri. Dengan demikian, masyarakat jangan berpikiran blanko tersebut bisa dicetak di daerah. “Jadi, kalau ada pencetakan blangko KTP Elektronik di daerah, berarti itu pemalsuan,” tegasnya.

iklan

Zulkarnain berharap, sementara waktu ini masyarakat mau menerima suket sebagai pengganti e-KTP sebab kedudukan dan fungsinya sama. “Suket bisa didapatkan satu atau dua hari jika memang dibutuhkan. Saya memastikan, pelayanan pemohonan r-KTP di Disdukcapil tetap berjalan seperti biasa. Yang dikeluhkan selama ini produknya, bukan pelayanannya,” pungkasnya.(wol/mrz/data3)

Iklan