Pola Asuh yang Baik Bentengi Anak dari Pengaruh Buruk

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Pola asuh anak merupakan suatu proses yang ditujukan untuk meningkatkan serta mendukung perkembangan seorang anak sejak bayi hingga dewasa. Pola asuh yang baik akan berpengaruh positif pada pribadi anak.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Nawal Edy Rahmayadi saat membuka Seminar Penguatan Pola Asuh Anak dan Remaja dengan tema “Bersama Lindungi Anak” di Kantor Camat Medan Petisah, Jalan Iskandar Muda, Rabu (11/12).

“Pola asuh yang baik dalam keluarga itu nantinya bisa menjadi benteng. Menempa anak untuk memiliki karakter yang baik dan melindungi tumbuh kembang anak dari pengaruh buruk dari luar. Jadi mengasuh anak itu harus benar-benar cermat,” ujar Nawal.

Salah satu pondasi pola asuh yang baik, menurut Nawal, adalah pendidikan dan wawasan agama sejak dini. Bahkan, sejak anak berada dalam kandungan. Misalnya, dalam agama Islam, seorang ibu hamil dianjurkan sering-sering membaca Alquran atau mendengarkan lantunan ayat-ayat Alquran di dalam rumah saat beraktivitas.

“Jangan biarkan anak kita, masih kecil malah lebih dulu mengenal superhero-superhero di televisi. Tapi kenalkan dengan sosok Nabi Muhammad yang memiliki akhlak mulia. Begitu juga agama lain, kenalkan nabi-nabi atau tokoh agama masing-masing,” tutur Nawal.

Advertisement

Selain keluarga, Kadis PPPA Sumut Nurlela menambahkan lingkungan tempat tinggal juga berperan penting mendukung tumbuh kembang anak. Untuk itu, sesama warga Kampung Kubur harus saling mengawasi dan melindungi anak di lingkungannya.

Sekretaris Camat Medan Petisah, Budi Ansari Lubis, mengutarakan rasa bangga bisa mendapat kesempatan menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan seminar. Salah satu topik seminar membahas peran serta kaum ibu, khususnya melalui TP PKK, dalam menciptakan lingkungan sehat untuk pengasuhan dan pendidikan anak.

Saat itu, dilakukan pula penyerahan tali asih kepada warga kurang mampu oleh Ketua TP PKK Nawal Edy Rahmayadi dan Wakil Ketua TP PKK Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL