Komisi VII Pastikan Stok BBM Natal dan Tahun Baru Terpenuhi

foto: istimewa
Iklan

PADANG, Waspada.co.id – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Komisi VII DPR RI pastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya premium dan solar bersubsidi cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak, khususnya premium dan solar bersubsidi diseluruh provinsi di Indonesia yang menjadi kebutuhan transportasi masyarakat tersedia cukup keberadaannya,” ucap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu dalam agenda kunjungan kerja di Padang, belum lama ini.

Dia menyampaikan, memang permasalahannya, BPH Migas sudah mengatur kuota solar untuk masing-masing provinsi, akan tetapi ternyata kondisi yang terlihat diseluruh provinsi terjadi antrian yang cukup panjang mobil- mobil truk yang akan mengisi solar.

“Hal ini terjadi karena solar termasuk bahan bakar minyak yang disubsidi, tetapi digunakan oleh truk truk yang melakukan kegiatan industri. Itulah yang menyebabkan terjadinya kelangkaan solar. Sebab itu kita ingin distribusi solar dilakukan secara tertutup agar benar-benar bisa diberikan kepada mereka yang berhak untuk mendapatkan,” tandasnya.

Menurutnya, dengan cara yang ada seperti sekarang ini, siapa saja di SPBU boleh membeli solar tanpa ada bukti-bukti yang membedakan antara yang berhak ataupun yang tidak berhak untuk membeli solar bersubsidi tersebut.

iklan

“Oleh sebab itu kami mendorong pemerintah, khususnya Pertamina, untuk bisa mengatur hal ini dengan baik. Karena pada prakteknya ternyata yang menggunakan solar bersubsidi adalah justru industri besar. Para petani yang menggunakan traktor malah tidak bisa mendapatkan solar bersubsidi tersebut. Hal inilah yang harus diatur dan dipikirkan oleh pemerintah supaya petani pengguna mesin pertanian yang menggunakan solar atau premium bersubsidi untuk menggerakkan alsintannya bisa mendapatkan haknya,” tutur Gus Irawan Pasaribu.

Dalam agenda kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Barat, Komisi VII DPR RI juga berkesempatan untuk meninjau langsung PLTA Singkarak yang merupakan jenis pembangkit tenaga listrik yang bisa dikatakan clean energy.

“Indonesia mempunyai potensi yang cukup banyak di berbagai provinsi yang perlu dikembangkan ke depannya. Namun dengan catatan tetap menjaga kelestarian lingkungan yang ada dan juga tetap menjaga ketersediaan air di waduk – waduk tersebut untuk mendukung kinerja PLTA itu,” tutupnya. (wol/min/data2)

Editor: Agus Utama

Iklan