Ingin Kuasai Harta Keluarga Rp30 Miliar, 3 Terdakwa Dihukum 6 Bulan Penjara

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Mengancam satu keluarga dengan menyewa pembunuh bayaran, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nelson Victor, menuntut rendah terdakwa Anton Sutomo Alias Liong Tek, Terdsiu Kui Alias Siu Kui, dan Citra Dewi Alias Atong, 6 bulan penjara.

“Dengan ini meminta Majelis Hakim yang menyidangkan perkara untuk menghukum terdakwa dengan hukuman enam bulan penjara,” tutur JPU di hadapan Ketua Majelis Hakim, Erintuah Damanik, Ruang Kartika, Senin (9/12).

Menurut Nelson, ketiga terdakwa terbukti melanggar pasal 335 KUHPidana tentang pencemaran nama baik. Hal yang memberatkan ketiga terdakwa menurut JPU adalah perbuatan ketiga terdakwa telah membuat rasa trauma kepada korban dan anak-anaknya.

Sedangkan hal yang meringankan para terdakwa, adalah ketiganya belum pernah dihukum. Atas tuntutan itu, tim penasehat hukum para terdakwa akan mengajukan pledoi (nota pembelaan).

“Kita tunda sidang hingga pekan mendatang dengan agenda mendengar pledoi para terdakwa,” ucap Hakim Erintuah menutup sidang.

Advertisement

Diketahui, dalam kasus ini, tiga orang yang masih memiliki hubungan saudara menjadi terdakwa karena kasus pengancaman lewat jasa pembunuh bayaran. Ketiga terdakwa berniat ingin menguasai harta korban Ali Sutomo yang tak lain adalah abang kandung mereka.

Dalam dakwaan sebelumnya, JPU Menjelaskan, kasus ini bermula pada tahun 2011 lalu. Saat itu ketiga terdakwa dibantu oleh Harris Anggara (DPO) melakukan pengancaman dengan menyewa pembunuh bayaran guna menguasai harta milik Ali Sutomo. Namun, karena berada di bawah ancaman, dengan terpaksa Ali Sutomo menyerahkan aset harta miliknya. Akibatnya Ali Sutomo mengalami kerugian sekitar Rp30 miliar.(wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN