“Ingat-ingatlah PPP Kalau Jadi Wali Kota”

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Bakal calon (balon) Wali Kota Medan, Ihwan Ritonga, sangat berterima kasih sudah diberi kesempatan bergabung di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Medan dalam konteks membangun Kota Medan, jika mendapat amanah mengikuti Pilkada serentak 2020 mendatang.

Dikatakan, meskipun Partai Gerindra Kota Medan mampu “berlayar” sendiri pada kontestasi tahun depan, namun untuk membangun ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini butuh kebersamaan.

“Saya datang untuk bersilaturahim. Saya juga berharap silaturrahmi ini jangan sampai putus, dan bersama kita membangun Medan Bermartabat. PPP merupakan salah satu partai tertua di Indonesia. Dan hingga kini masih tetap eksis memperjuangkan nasib ummat,” katanya di sela-sela pengembalian berkas pendaftaran di kantor DPC PPP Kota Medan Jalan Sekip Baru, Senin (30/12) sore kemarin.

Ihwan yang aktif sebagai anggota DPRD Medan periode 2019-2024 dan mendapat amanah dari DPP Partai Gerindra menjabat Wakil Ketua DPRD Medan itu secara tegas menyatakan siap dan patuh mengikuti mekanisme yang sudah diatur di PPP.

Gayung bersambut, niat baik Ihwan Ritonga mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota Medan langsung diterima Ketua DPC PPP Kota Medan Aja Syahri. Katanya, menjadi nomor 1 ataupun nomor adalah bentuk pengabdian untuk membangun kota ini.

Advertisement

Alhamdulillah PPP di legislatif (DPRD Medan, red) 1 kursi. Tapi yang mengembalikan 12 orang (bakal calon). Tuah PPP yang banyak dicari. Walau banyak masalah yang menghampiri, insya Allah PPP bisa melaluinya. Hari ini kami dengan tangan terbuka menerima rombongan pak Ihwan Ritonga mengembalikan formulir,” ujarnya yang disambut tepuk tangan rombongan.

Mengingat tingginya animo calon kepala daerah mengembalikan formulir ke PPP, lanjut Aja Syahri, pihaknya memperpanjang batas akhir waktu penjaringan. Ia pun sempat mengatakan kepada seluruh calon yang datang meminang, agar menjaga amanah. Sebab, 3 kepala daerah yang didukung PPP Kota Medan duduk di kursi pesakitan.

“Kami doakan pak Ihwan bisa bekerja sama. Sebelum dukung mendukung, ada 3 mekanisme yang kita jalani. Pertama buka penjaringan dan menerima calon, selanjutnya fit and proper test dan melakukan survei di lapangan,” imbuhnya

Lebih lanjut Aja menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum ada menentukan siapa yang akan mereka dukung. Semua itu tergantung hasil pemaparan visi dan misi yang akan dilaksanakan tahun depan. “Ingat-ingat lah PPP kalau sudah jadi, karena PPP sering didzolimi. Habis diusung, lupa. Jadinya kualat,” pungkasnya. (wol/mrz/data2)

Editor: Agus Utama