Conte Galau Kehebatan Bocah Ajaib Barca

foto: fcbarcelona
Iklan

MILAN, Waspada.co.id – Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, tidak bisa menutupi sakit hatinya setelah disingkirkan Barcelona dari Liga Champions musim ini. Sebagai tuan rumah di Guiseppe Meazza Stadium, Rabu (11/12), Inter kalah 1-2.

Alhasil, Inter gagal lolos ke fase 16 Besar dan harus rela berkiprah di Liga Europa. Atas kegagalannya ini, Conte mengaku kecewa, terutama karena timnya sebenarnya sudah bermain cukup bagus.

“Kami punya kesempatan besar dan membuat banyak peluang emas, tetapi kurang tajam dalam penyelesaian akhir,” ujar Conte.

Saat melawan Barcelona, Nerazzurri tertinggal terlebih dahulu setelah Carles Perez mencetak gol pada menit 23. Tuan rumah sempat memiliki harapan lolos saat Romelu Lukaku menyamakan skor jelang turun minum.

Hanya saja, harapan Inter langsung sirna karena Barcelona mencetak gol lagi lewat Ansu Fati yang baru berusia 17 tahun pada menit 86. Praktis, seisi stadion terdiam melihat gol tersebut yang membuat tim kesayangannya gagal lolos.

iklan

“Melihat gol Ansu Fati sangat menyakitkan karena hal ini langsung membunuh kami. Kami terus menyerang dan membuat peluang, tetapi akhirnya tetap kalah 1-2,” tutur mantan pelatih Timnas Italia tersebut.

Terkait Ansu Fati, bocah ajaib Barca tersebut mengukir rekor sebagai pencetak gol termuda di Liga Champions. Fati masuk dalam buku sejarah sebagai pencetak gol di usia 17 tahun 40 hari sekaligus memecahkan rekor sebelumnya yang diukir Peter Ofori-Quye saat mencetak gol Olympiakos ke gawang Rosenborg pada 1997. Saat itu, Ofori-Quaye berusia 17 tahun 195 hari. (wol/aa/sky/data2)

editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan