Catatan Akhir Tahun LBH Medan: Polisi Pihak Paling Parah Dalam Pelayanan

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menilai, seharusnya di era reformasi seperti ini, Polri dan Pemerintah harus berbenah diri guna melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan sebaik-baiknya. Namun, masih banyak pelanggaran HAM yang dilakukan oknum Polri dan Pemerintah Daerah di Sumatera Utara.

Dari Catatan Akhir Tahun (Catahu) LBH Medan tahun 2019 dari berbagai sumber media massa, LBH Medan mencatat 167 kasus kekerasan (penembakan dan penganiayaan) yang telah terjadi di wilayah Sumut, yang kesemuanya ini dilakukan oleh oknum Polisi dengan korban sebanyak 223 orang dan 12 kasus tembak mati.

“LBH Medan berpendapat, dari pihak pelayanan masyarakat, yang paling parah pelayanannya adalah pihak kepolisian,” tegas Wakil Direktur LBH Medan Irvan Syahputra, Selasa (31/12).

Diharapkan, lanjut Irvan, pihak kepolisian mampu mewujutkan komitmen reformasi Polri sebagai mana yang menjadi visi Kapolri yaitu “Promoter” dengan mengubah pendekatan keamanan dari pelayanan negara menjadi pelayanan masyarakat di era reformasi seperti ini.

“Tahun 2019 LBH Medan menerima 232 pengaduan sedangkan di tahun 2018 hanya 152. Melihat meningkatkannya jumlah pengaduan yang diterima LBH Medan pada tahun 2019 ini, jika dibandingkan tahun 2018, hal ini membuktikan bahwa masih banyaknya pencari keadilan dari masyarakat miskin di Sumut ini,” tutupnya. (wol/ryan/data2)

Advertisement

Editor: Agus Utama