Biro Humas dan Keprotokolan Sumut Luncurkan Buku Bunga Rampai Pers Sumut

Biro Humas dan Keprotokolan Sumut Luncurkan Buku Bunga Rampai Pers Sumut. (WOL Photo)

MEDAN, Waspada.co.id – Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumatera Utara (Sumut) meluncurkan buku Bunga Rampai Pers Sumatera Utara: Dari Zaman Kolonial Hingga Milenial, Senin (23/12). Buku berisi 353 halaman ini menambah khasanah referensi tentang sejarah pers Sumut dan membangkitkan semangat pers di tengah kelesuan bisnis media.

Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut, Hendra Dermawan Siregar, mengatakan buku ini merupakan catatan dari perjalanan pers di Sumut, mulai dari masa kolonial hingga milenial. Diharapkan kehadiran buku tersebut dapat membangkitkan semangat wartawan untuk bekerja lebih baik.

“Di buku ini banyak tokoh-tokoh pers Sumut yang patut untuk menjadi panutan, semangat mereka untuk membangun negara ini, mengabdi kepada masyarakat. Saya harap buku ini bisa memotivasi teman-teman wartawan dan memberikan informasi bahwa di Sumut ini lahir pers yang memberikan kontribusi besar bagi perjuangan kemerdekaan,” kata Hendra.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, H Hermansjah, mengatakan buku ini terbit setelah beberapa tahun terakhir sangat sedikit buku yang membahas soal pers di Sumut. Padahal menurutnya Sumut memiliki pers yang punya andil besar untuk kemerdekaan Indonesia.

“Kita harus mengapresiasi buku ini terbit di tengah kekeringan referensi soal pers di Sumut, padahal kita tidak kurang sumber daya penulis dan sejarah. Sumut punya sejarah yang sangat kuat soal pers, cikal bakal lahirnya pers nasional, dan buku ini harusnya bisa memotivasi kita untuk berkarya,” kata Hermansjah.

Advertisement

Selain untuk memotivasi menelurkan buku soal pers, Hermansjah juga berharap buku ini bisa menjadi referensi pelaku-pelaku media untuk menghadapi industri 4.0. Dewan Kehormatan PWI Sumut, Nurhalim Tanjung, menambahkan industri 4.0 tidak hanya berdampak pada media cetak, tetapi juga radio dan televisi.

“Bukan hanya media cetak yang mendapat ancaman saat ini, tetapi juga radio dan televisi. Kita butuh optimalisasi dan inovasi dalam pengelolaan media, bila masih kelola secara tradisional kemungkinan media cetak mati akan sangat besar,” katanya.

Kabag Pelayanan Media dan Informasi Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut, Harvina Zuhra, menjelaskan ide pembuatan muncul usai Pameran Satu Abad Pers Sumut bekerja sama dengan Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Lembaga Penelitian Unimed. Selain itu karena minimnya penerbitan buku tentang pers di Sumut.

“Idenya muncul setelah Biro Humas dan Keprotokolan sukses mengadakan pameran Satu Abad Pers Sumut. Selain itu juga karena minimnya penerbitan tentang pers Sumut beberapa tahun terakhir, jadi harapannya tentu buku ini menjadi oase di tengah kekeringan tersebut,” kata Harvina yang juga editor buku tersebut.

Sejarawan dari Unimed, Ichwan Azhari, merasa buku ini akan menjadi satu sumber referensi sejarah yang sangat berharga karena di dalamnya terdapat informasi-informasi yang mungkin tidak banyak diketahui masyarakat saat ini.

Selain Hermansjah dan Nurhalim Tanjung, salah satu penulis buku tersebut adalah Austin Tumengkol yang juga Pemimpin Redaksi Waspada Online. Selain itu, Waspada Online dan Harian Waspada yang didirikan tokoh pers nasional Hj Ani Idrus turut menjadi konten. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL