WNI Meninggal saat Antre Paspor di KBRI Kuala Lumpur, Ini Penjelasan Kemlu

Ilustrasi. (Antara Foto/Hafidz Mubarak A.)
Iklan

KUALA LUMPUR, Waspada.co.id – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) membenarkan kabar meninggalnya seorang Warga Negara Indonesia (WNI) ketika mengantre perpanjangan paspor di KBRI Kuala Lumpur, Kamis (31/10) malam.

Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Yusron B. Ambary mengatakan pria bernama Tamam merupakan asal Bawean, Jawa Tengah meninggal dunia karena mengidap sakit jantung kronis.

“Kami sangat berduka dengan wafatnya almarhum. Tolong dipahami, almarhum meninggal dunia karena penyakit jantung kronis,” kata Yusron, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (1/11).

“Saat itu tidak ada desak-desakan, hanya ada segelintir warga, termasuk beliau yang sedang duduk santai menunggu pintu dibuka.”

Yusron mengatakan keluarga dan polisi tidak melakukan otopsi setelah melihat data rekam medis pria berusia 56 tahun tersebut. Diketahui almarhum dan istri merupakan pemegang permanent resident, sementara tiga anaknya telah berkewarganegaraan Malaysia.

iklan

Jenazah saat ini sudah dimakamkan oleh keluarga di Pemakaman Islam Kuang, Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

Yusron mengatakan banyak WNI undocumented yang mengikuti program back for good dari pemerintah Malaysia untuk pengajuan perpanjangan paspor.

“Memang ada antrean, salah satu penyebabnya adalah banyak WNI undocumented yang ingin mengikuti program back for good yang akan ditutup akhir tahun ini,” ucapnya.

Program tersebut merupakan amnesti bagi WNI yang memiliki status permanent resident agar bisa pulang ke Indonesia dengan denda yang diringankan. (cnn/data2)

Iklan