PT Supra Matra Abadi Ajari Siswa SMKN 1 Silangkitang Budidaya Sawit

WOL Photo
Iklan

LABUSEL, Waspada.co.id – PT Supra Matra Abadi (PT SMA) Kebun Aek Nabara yang merupakan unit bisnis Asian Agri kembali memberi pembekalan materi tentang budidaya kelapa sawit ke SMK Negeri 1 Silangkitang, Desa Sukadame, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Jumat (1/11) lalu.

Ini merupakan kedua kali PT SMA memberikan pembekalan materi. Adapun materi tentang hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit dan kastrasi dipaparkan oleh Manager PT SMA Friendky Rumahorbo dan Asisten Heru JF Lingga.

Ikut hadir Koordinator CSR Asian Agri Sumut dan Humas PT SMA Sumarjono. Pembekalan materi ini disambut baik oleh Kepala SMK Negeri 1 Silangkitang, Dra Hesti Ermawan.

“Saya menyambut baik program ini karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan siswa dalam budi daya kelapa sawit, selain itu siswa juga dapat langsung menerapkannya pada areal sekolah yang telah ditanam oleh PT SMA pada tahun 2017 yang lalu,” ucap Hesti.

Hesti juga berharap agar hubungan ini terus berlanjut dan hal ini sangat menguntungkan untuk perkembangan pengetahuan siswa serta peluang untuk lapangan kerja bagi siswa yang sudah tamat dari SMK ini.

iklan

Pada penyuluhan ini disampaikan berbagai materi mulai dari pengenalan jenis-jenis hama, cara mencegah dan mengatasinya, sampai kenapa harus kastrasi dan langsung dipraktikkan ke areal kelapa sawit sekolah.

Friendky Rumahorbo menyampaikan bahwa PT SMA Kebun Aek Nabara telah menanam sebanyak 108 pokok kelapa sawit pada tahun 2017 dan dirawat oleh perusahaan sampai panen. Setelah itu, akan diserahkan kepada pihak SMK Negeri 1 Silangkitang sebagai tempat praktik.

“Pembekalan materi budidaya kelapa sawit untuk siswa kita harapkan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi siswa SMKN 1 Silangkitang. Tahun 2017 sudah kita bangun Sekolah Sawit Lestari, pertengahan tahun 2020 akan panen. Cara pemeliharaan dan praktiknya kita ajari agar siswa dapat menerapkannya,” ujar Frindky.

JF Lingga menjelaskan materi dengan cara partisipatif di mana siswa ikut aktif dalam pembelajaran. Terlihat siswa-siswi mendengar, bertanya bahkan berargumen dalam pembelajaran.

“Identifikasi jenis hama dan penyakit kelapa sawit penting dilakukan untuk pencegahan dan penanganan. Kastrasi kita lakukan dari saat tanaman kelapa sawit mulai berbunga 30 persen dari total pokok sampai umur 5-6 bulan sebelum panen. Ini bertujuan mengalihkan unsur hama untuk produksi buah yang tidak ekonomis ke pertumbuhan vegetatif, selain itu juga memperkuat pokok, buah akan lebih besar saat panen dan seragam, menghambat serangan hama dan penyakit, dan memudahan panen,” jelas Heru. (wol/mrz/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan