Pemko Medan Jadi Rujukan Pemko Palembang Dalam Pengelolaan ATCS

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Pemko Palembang sangat tertarik untuk mempelari lebih jauh pengoperasian sistem kendali lalu-lintas kendaraan atau yang lazim disebut Area Traffic Control System (ATCS), terutama penggunaan Closed Circuit Television (CCTV) di Kota Medan dalam upaya mendukung pengaturan kelancaran arus lalu lintas.

Selain lebih dulu menggunakan ATCS mulai sejak tahun 2012, Kota Medan juga telah memasang seratusan CCTV di persimpangan jalan.

Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, ketika mengunjungi Balai Kota Medan bersama sejumlah pimpinan OPD dilingkungan Pemko Palembang, Selasa (26/11).

Dia berharap, Pemko Medan melalui OPD terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan secara rinci terkait pengoperasian ATCS, terutama penggunaan arus lalu lintas tersebut.

“Kami ingin mengetahui lebih jauh pngoperasian ATCS di Kota Medan, terutama penggunaan CCTV dalam mendukung pengaturan kelancaran arus lali-lintas. Kami mendapat informasi Pemko Medan lebih maju dan pengalaman terkait pengoperasian ATCS. Atas dasar itulah Bapak Wali Kota Palembang, mengutus kami datang untuk mendapatkan masukan dan penjelasan dari Pemko Medan selengkap mungkin,” ujar Fitrianti.

iklan

Diungkapkan Fitrianti, walaupaun Kota Palembang telah memiliki Light Rail Transit (LRT) sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kemacatan lalu-lintas, jelas Fitrianti, tapi Pemko Palembang harus didukung pengoperasian ATCS, termasuk CCTV sehingga perlalulintasan Kota Medan dapat terpantau langsung.

“Saat ini kita sudah mengoperasikan ATCS dan telah memesan 15 titik kamera pengawas (CCTV) di sejumlah persimpangan di Kota Palembang. Tentunya jumlah ini masih kurang, sebab Kota Medan telah memiliki seratusan CCTV di persimpangan jalan. Untuk itu kita ingin mendapat masukan lebih jauh terkait ATCS serta CCTV, sebab kita ingin seluruh persimpangan di Kota Palembang dilengkapi CCTV,” ungkapnya.

Dengan ATCS dan CCTV, ungkap Fitrianti, mereka dapat melihat dan memantau langsung kondisi lalu lintas di Palembang sehingga diketahui titik-titik yang mana crowded dan cepat mengambil solusi mengatasinya. Di samping perlalulintasan, Pemko Palembang juga ingin memantau masyarakat yang buang sampah sembarangan melalui CCTV.

Kedatangan Wakil Wali Kota Palembang beserta sejumlah pimpinan OPD diterima langsung Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution didampingi Kepala Bappeda Kota Medan Irwan Ritonga, Kadis Perhubungan Iswar Lubis beserta Kabag Humas Setdako Medan, Arrahman Pane. Dalam ucapan selamat datangnya, Akhyar mengucapkan terima kasih karena telah memilih Pemko Medan sebagai tempat untuk melaksanakan kunjungan kerja.

Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, mengungkapkan mobilitas lalu lintas di Kota Medan sangat tinggi. Apabila tidak disikapi dan dilakukan langkah-langkah antisipasi dengan, jelas Akhyar, diprediksi tahun 2024, arus lalu lintas di Kota Medan akan deadlock. Oleh karenanya Pemko Medan melalui OPD terkait yakni Dinas Perhubungan Kota Medan terus melakukan manajemen rekayasa lalu lintas.

Selain itu tambah Akhyar, Pemko Medan juga akan mengkonversi angkutan kota menjadi bus serta rencana pengadaan LRT. Di samping itu dalam waktu tidak lama lagi, rel kereta api layang segera dioperasikan sehingga mendukung upaya untuk mengurai kemacatan. Sebab, tidak sedikit jalan inti di Kota Medan dilintasi rel kereta api sehingga berdampak dengan kelancaran arus lalu lintas.

“Upaya yang kita lakukan dalam mengatasi kemacatan arus lalu lintas tidak akan terwujud tanpa dukungan penuh masyarakat. Sebab, secanggih apapun alat yang dipasang dan sebaik mungin rekayasa manajemen lalu lintas yang dilakukan tapi tidak didukung disiplin dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas, tentunya tidak ada gunanya. Jadi sangat mengharapkan dukungan masyarakat dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas di kota Medan,” jelas Akhyar.

“Semoga masukan yang diberikan nantinya dapat bermanfaat dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas di Kota Pelembang,” harapnya. (wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan