Mobil Tertimpa Baut Besar, Grand Jati Junction Masih Bungkam Soal Ganti Rugi

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Pihak pengelola gedung Grand Jati Junction yang berada di Jalan Jawa abaikan etikad baik dari pihak PT Trijaya Pratama Future. Sebagai pengelola gedung, dalam hal ini PT Mahardika Agung Lestari (MAL), harusnya bertanggung jawab penuh.

Tapi pihak PT MAL menolak permintaan ganti rugi yang diajukan PT Trijaya Pratama Future atas dugaan keteledoran pekerja saat pembangunan gedung yang mengakibatkan retaknya kaca mobil Toyota Avanza yang merupakan inventaris kantor.

Pada berita sebelumnya disebutkan, mobil Avanza yang terparkir di depan kantor PT Trijaya Pratama Future kejatuhan 3 baut berukuran besar atas pekerjaan yang sedang dilakukan pihak Jati Junction.

Riki Septiawan, sopir PT Trijaya Pratama Future menyebutkan, kejadian itu terjadi Kamis (7/11) lalu. Saat itu, katanya, dia yang sedang duduk di ruang tamu dihampiri tetangga kantor. Si tetangga mengatakan kalau mobil Avanza milik Trijaya Pratama Future kejatuhan baut besar dari atas gedung.

“Tetangga sebelah kantor datang dan memberitahu ada baut besar jatuh dari atas gedung. Baut tersebut mengenai kaca mobil kita yang sedang terparkir di depan kantor. Akibatnya kaca mobil itu retak dan menimbulkan lubang. Jadi kalau hujan bocor mobil itu,” ungkapnya.

iklan

Atas perihal tersebut, pihak Trijaya Pratama Future melalui Akbar Nasution, sebagai perwakilan manajemen mencoba melayangkan komplain melalui surat. Tapi bukan ganti rugi yang diterima, melain kan surat balasan yang menyebut bahwa pada saat itu tidak ada proses pengerjaan gedung.

Idris, perwakilan dari PT MAL yang sempat berbincang dengan wartawan mengaku pihaknya saat itu sedang tidak ada pengerjaan di luar. Katanya, saat ini pihaknya sudah dalam tahap finishing dalam ruangan. Bantahan itu disampaikan pihak PT MAL melalui surat bernomor 015/MAL/PRO/X/2019 tertanggal 18 November 2019.

Dari video singkat yang diterima wartawan, pihak Jati Junction sedang melakukan pekerjaan luar ruangan. Padahal, Idris mengaku kalau saat ini sudah tidak ada lagi pekerjaan di luar ruangan. Nyatanya, dari video yang berdurasi 18 detik bertanggal 25 November 2019, pihak Jati Junction masih melakukan pekerjaan luar ruangan. Namun tidak diketahui pasti apa perkejaan yang dilakukan.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan