Menko PMK Janji Sertifikasi Perkawinan Tidak Persulit Calon Pengantin Baru

Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto : Humas Kemenko PMK)
Iklan
agregasi

JAKARTA, Waspada.co.id– Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut bahwa wacana pembekalan pranikah yang nantinya akan dijadikan sertifikasi perkawinan yang akan diberikan kepada calon pengantin baru akan fleksibel.

“Pola dan waktu penyelenggaraannya harus fleksibel, tidak memberatkan calon pengantin tetapi efektif,” ucap Muhadjir dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/11/2019).

Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan bahwa dalam realisasinya nanti, para calon pengantin baru akan diberikan materi berupa modul dalam bentuk daring atau online, dan juga offline.

“Untuk calon pengantin yang telah mengikuti pembekalan dengan baik memperoleh surat keterangan atau sertifikat,” terangnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Budaya ini pun menjelaskan bahwa pembekalan pranikah dianggap penting dan sudah menjadi tanggung jawab lintas kementeria, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian PPPA, Kemenkop UKM, dan BKKBN.

iklan

“Pasalnya, pemahaman yang perlu diberikan kepada calon pengantin bukan hanya soal keagamaan melainkan multiaspek mencakup perencanaan keluarga, kesehatan, ekonomi rumah tangga, hingga masalah berketurunan (reproduksi),” papar Muhadjir.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menko PMK Muhadjir Effendy berencana untuk merealisasikan program pembekalan pranikah kepada calon pengantin baru pada 2020 mendatang.

Iklan