Loyalis Bamsoet: Airlangga Mendadak ‘Amnesia’ Soal Syarat Dukungan Caketum

foto: Antara
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Fungsionaris Partai Golkar, Sirajuddin Abdul Wahab, mengkritik syarat menjadi calon ketua umum (caketum) Golkar yang disampaikan Airlangga Hartarto. Disebutkan, caketum harus mengantongi surat dukungan minimal 30 persen suara dari DPD tingkat I dan II.

Diungkapkan, Airlangga amnesia karena dukungan 30 persen didapat melalui pemungutan suara atau voting saat Musyawarah Nasional (Munas) Golkar 2016. Pada Munas 2016, Airlangga hanya mendapatkan 14 suara dan tidak memenuhi lolos sebagai caketum.

“Airlangga mendadak amnesia. Pada saat dirinya maju menjadi caketum Partai Golkar pada Munaslub di Bali tahun 2016 bahwa syarat 30 persen dukungan dalam bentuk pemilihan atau pemungutan (voting), bukan dalam bentuk dukungan surat administrasi,” katanya, Jumat (29/11).

Mengenai syarat dukungan 30 persen itu memang tertuang dalam AD/ART Golkar Pasal 12. Dia menilai Airlangga salah menafsirkan pasal tersebut.

“Bisa saja Airlangga membaca AD/ART Partai Golkar dalam kondisi ngantuk berat, sehingga menafsirkan pasal dalam konstitusi Partai Golkar secara serampangan,” jelasnya.

iklan

Sirajuddin meminta Airlangga tidak merusak tatanan yang sudah berjalan dengan baik dan demokratis dalam Partai Golkar. Jangan sampai demi mempertahankan hasrat kekuasaan semata, segala aturan main ditabrak dan dilanggar.

“Jangan sampai sejarah kelam perpecahan dalam tubuh Partai Golkar digali kembali oleh Airlangga sendiri. Kita berharap pada Munas Partai Golkar, yang akan digelar pada 3-6 Desember 2019 di Hotel Ritz Carlton Kuningan Jakarta bisa berjalan dengan terbuka, demokratis dan berkeadilan, sehingga tidak melahirkan perpecahan,” tutupnya.

Ketua Penyelenggara Munas Golkar, Melchias Markus Mekeng, membantah 30 persen suara dukungan menjadi syarat administratif pendaftaran bakal caketum. Mekeng menekankan akan menerima semua kader Golkar yang mendaftar hingga 2 Desember nanti.

“Jadi, terima saja semua yang mau terima, yang mau mendaftar, nanti peserta itu maunya mana. Mau cuma satu yang punya dukungan atau semua itu dipilih dulu, siapa yang sudah lolos 30 (persen), biar peserta yang memutuskan,” ujar Mekeng. (wol/aa/merdeka/data3)

Editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan