Kontras: Calon Kabareskrim Harus Lebih Profesional

Photo Ilustrasi Okezone
Iklan

JAKARTA – Deputi Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Ferry Kusuma menanggapi perihal polemik pemilihan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Ia berharap figur Kabareskrim yang terpilih agar bisa bersinergi dengan semua pihak.

“Kabareskrim harus orang yang tepat, dan bisa komunikasi yang baik dengan multi stakeholder di pemerintahan maupun di kalangan masyarakat. Termasuk dengan tokoh-tokoh agama,” kata Ferry, Rabu (6/11/2019).

Namun sampai saat ini, sambung Ferry, Kapolri Jenderal Idham Azis belum melakukan pemilihan Kabareskrim, ia masih sibuk untuk menemui sejumlah tokoh-tokoh dan petinggi institusi.

“Sejauh ini belum ada kapolri minta masukan dari masyarakat sipil. Kami ingin agenda reformasi kepolisian. Kami harap, kabareskrim orang yang baik dan memperhatikan semua aspek sosial terutama soal toleransi beragama,” sambungnya.

Baca juga: IPW Prediksi 4 Nama Jenderal Polri Masuk Radar Jadi Kabareskrim

iklan

Ia juga berpesan, agar Kabareskrim kelak bisa menghilangkan stigma negatif terhadap institusi Kepolisian terutama soal dugaan kriminalisasi masyarakat pasca Pileg dan Pilpres.

“Polri punya persoalan dengan sebagian kelompok Islam, ada stigma kriminalisasi ulama, dan ada soal pilkada, pilpres, isu agama yang menonjol. Saya berharap Kabareskrim yang baru mampu menghapus stigma ini,” tegasnya.

Fery berharap institusi Kepolisian ke depan lebih profesional dan meminimalisir unsur-unsur kekerasan dalam menangani perkara.

“Penegakan hukum yang lebih baik. Tindakan yang berujung pada kekerasan yang kemarin pada gelombang demostrasi semoga ke depan tidak ada lagi, dan ini pekerjaan rumah bagi Kabareskrim yang baru,” pungkasnya. (Okz/data3)

Iklan