Hingga September 2019, BI Catat Transaksi E-Money Capai 11,6 Juta

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – September 2019, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Sumatera Utara mencatat total transaksi uang elektronik di Sumut mencapai 11,6 juta transaksi.

Volume tersebut naik sekitar 6,4 persen dibandingkan Agustus 2019. Adapun mayoritas uang elektronik yang beredar merupakan 76 persen server-based dan 52 persen uang elektronik registered yang didominasi oleh pemain besar seperti OVO dan GoPay.

Disampaikan Kepala BI Perwakilan Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, bahwa merchant-merchant yang menawarkan pembayaran melalui server-based ini juga semakin banyak.

“Tentu saja, masyarakat terutama generasi muda banyak yang merasa dimudahkan sehingga penggunaannya terus meningkat. BI sendiri terus mendorong penggunaan uang elektronik karena itu dapat mendorong penurunan penggunaan uang tunai,” tuturnya, Senin (11/11).

Di mana peningkatan transaksi non tunai utamanya memang didorong oleh upaya perluasan pembayaran berbasis elektronik dan pengembangan ekosistem pembayaran non tunai.

Advertisement

“Di antaranya transaksi jalan tol yang ikut berkontribusi besar. Sementara itu, jumlah agen keuangan digital (LKD) pada September 2019 mencapai 12.985 LKD. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan September 2018 yang hanya 8.794 LKD,” katanya.

Namun, penggunaan uang elektronik masih terpusat di beberapa kota saja di Sumut. Tercatat, Kota Medan, Deliserdang, Binjai, Tebingtinggi dan Pematangsiantar berkontribusi hingga 63 persen. Kemungkinan besar disebabkan oleh faktor kebiasaan dalam menggunakan pembayaran secara tunai,” tandasnya.(wol/eko/data3)

Editor: SASTROY BANGUN