Warga Kurdi Lempari Tentara AS dengan Kentang

foto: ANHA via Twitter

QAMISHLI, Waspada.co.id – Sekelompok masyarakat Kurdi melempari kendaraan perang tentara Amerika Serikat saat sedang berkonvoi meninggalkan wilayah timur Suriah dengan kentang. Aksi itu dilakukan diduga sebagai wujud kekecewaan mereka karena ditinggalkan oleh salah satu sekutu utama, dan kini harus berhadapan dengan pasukan Turki.

Dikutip dari South China Morning Post, Selasa (22/10), warga Kurdi merasa frustrasi dan marah dengan militer AS yang ditarik ke Irak. Mereka kemudian menyerang saat konvoi kendaraan taktis itu melewati kota Qamishli.

“Amerika melarikan diri seperti tikus,” kata seorang pria.

Sedangkan seorang warga Kurdi lainnya berteriak bahwa militer AS tidak tahu malu.

Menurut media Kurdi, lebih dari 100 kendaraan perang AS meninggalkan wilayah mereka menuju perbatasan Sahela di Dohuk sejak Minggu malam pekan lalu.

Advertisement

Keputusan AS untuk sepenuhnya meninggalkan wilayah Timur Tengah sepenuhnya masih diragukan. Dikutip Associated Press, pasukan-pasukan yang telah ditarik rencananya akan dipindahkan ke Irak dengan tujuan memerangi pasukan ISIS.

Tidak hanya di Irak, pasukan lainnya dilaporkan masih berada di Suriah barat untuk membantu pasukan Kurdi menjaga ladang minyak. Namun, Wakil Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, menyatakan ia masih mendiskusikan terkait penempatan tersebut.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengejutkan banyak pihak dengan keputusannya untuk memulangkan tentara AS yang berkoalisi dengan pasukan Kurdi di sepanjang perbatasan Suriah. Hal itu terungkap dalam percakapan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 6 Oktober lalu.

Tiga hari setelahnya, Turki menggelar serangan ke Suriah dengan menargetkan kelompok Negara Islam (ISIS) dan Unit Perlindungan Masyarakat Kurdi Suriah (YPG).

Meski Esper mengklaim penyebab AS mundur karena serangan ke Suriah telah direncanakan Turki sebagai sekutunya dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Namun, belakangan terungkap bahwa Trump juga memberikan lampu hijau pada serangan oleh Turki dan mengabaikan pasukan Kurdi.

“Kami kembali dihadapkan dengan situasi di mana kami mungkin akan berhadapan dengan konflik potensial dengan sekutu NATO yang sudah lama. Kami tidak punya kewajiban untuk melindungi pasukan Kurdi terhadap seorang sekutu lama di NATO,” katanya.

Trump kemudian membela keputusan penarikan pasukan AS dengan menyatakan mereka tidak pernah setuju untuk melindungi warga Kurdi.

“Saya pikir ini bukan hal yang diperlukan selain menjaga ladang minyak,” ujar Trump. (cnn/data2)