Sabrina: Jangan Malu Pakai Daun Pisang

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

LABUHANBATU, Waspada.co.id – Indonesia disebut sebagai salah satu negara penghasil sampah plastik cukup besar di dunia. Untuk itu perlu gerakan pengurangan penggunaan plastik atau bahan yang tidak hancur dalam kurun waktu yang sangat lama.

“Jangan malu menggunakan daun pisang sebagai pengganti plastik,” pesan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Hj Sabrina saat menghadiri kegiatan Program Gerakan Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih di Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Tapa, Rantauprapat, Labuhanbatu, Senin (28/10).

“Karena ini acara peduli lingkungan, saya pesan agar mengurangi sampah plastik. Ini program internasional yang sebagai anggota dunia, kita juga harus melaksanakan program itu yang kini jadi program nasional,” ujar Sekdaprov didampingi Kadispora Sumut Baharuddin Siagian.

Namun program tersebut tidak akan berjalan tanpa peran Pemerintah Kabupaten/Kota, dimana perwujudannya ada di tingkat daerah. Karena itu, dirinya berharap program pembersihan sampah di DAS Aek Tapa tersebut, tidak sebatas perayaan belaka, tetapi berlanjut dengan kegiatan bermanfaat lainnya dalam mewujudkan lingkungan asri dan bersih.

“Terima kasih karena pemuda telah memeloporinya hari ini, agar juga diikuti,” sebut Sabrina.

iklan

Selain itu, Sabrina juga menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara kedua terbesar menghasilkan sampah plastik. Bahkan ikan di laut juga bisa tercemar dan bukan tidak mungkin banyak yang dikonsumsi masyarakat. Apalagi bahan ini bisa bertahan 100 tahun.

“Jadi mari kurangi menggunakan produk berbahan plastik. Mulai dari diri sendiri, di rumah, dimana pun kita. Supaya besok yang kita pakai, bungkus daun pisanglah makanan kita. Itu keren, jangan malu!” sebutnya.

Sebagai perwujudannya, Sabrina menyarankan agar masyarakat menggalakkan tanam pohon pisang di pinggiran sungai atau pematang sawah. Selain menghasilkan daun sebagai pembungkus, juga berfungsi tumpang sari atau bermanfaat bagi tanaman lain seperti kacang-kacangan, karena mengandung pupuk alami.

“Kita harus juara, tetapi jangan juara pencemaran. Karena itu saya apresiasi peringatan Hari Sumpah Pemuda ini dengan peduli lingkungan. Jangan juga sudah dibersihkan, dikotori lagi ya!. Satu sampah yang kita simpan dan buang di tempatnya, itu akan dipantau Tuhan Yang Maha Kuasa,” jelas Sekdaprov.

Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi, juga berterima kasih karena daerahnya dipercaya sebagai tuan rumah acara tingkat provinsi. Sebagai sesama ‘anak’ Rantau Prapat, ia mendoakan agar banyak generasi mendatang mengikuti jejak kesuksesan Sekdaprovsu yang sempat sampai ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai staf ahli.

“Bagaimanapun pemuda harus berbuat untuk Labuhanbatu. Saya sampaikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin, pemuda itu bisa membanggakan daerahnya. Seperti Sekdaprov kita, yang juga berasal dari sini,” sebutnya. (wol/aa/data1)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan