Pesan PA 212 pada Prabowo yang Bakal Jadi Menteri Jokowi

Ilustrasi Jokowi dan Prabowo (Foto : Okezone)
Iklan

JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto diprediksi kuat jadi menteri dari Presdien Joko Widodo (Jokowi) pada Kabinet Kerja Jilid 2. Prabowo santer terdengar akan mengisi kursi Menteri Pertahanan (Menhan) lima tahun ke depan setelah kemarin dirinya menyambangi Istana bersama Edhy Prabowo.

Ketua Umum Presidium Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif pun meminta kepada Prabowo agar berhati-hati dalam mengambil keputusan. Slamet mengingatkan kepada Prabowo jangan sampai nantinya dipermalukan dan merusak reputasi Partai Gerindra.

“Kami mengingatkan ke PS (Prabowo Subianto) hati-hati jangan sampai dipermalukan di kemudian hari sehingga akan rusak reputasi beliau dan menghancurkan Gerindra di 2024 nanti‎,” kata Slamet kepada Okezone, Selasa (22/10/2019).

Slamet menegaskan, PA 212 tidak ingin mencam‎puri terlalu dalam soal keputusan pribadi Prabowo Subianto. Ia hanya mendoakan agar keputusan Prabowo menjadi Menteri Jokowi bermanfaat untuk rakyat dan negara.

“Jika itu keputusan yang diambil Prabowo menjadi Menhan, kita hanya bisa mendoakan semoga ada manfaat buat pertahanan negara dan rakyat,” ujarnya.

iklan

PA 212 sendiri tetap berpegang teguh terhadap hasil Ijtima Ulama 4 yakni menolak rekonsiliasi dengan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Secara organisasi kami tetap berpegang pada hasil Ijtima ulama 4, dan tidak akan rekonsiliasi. Tidak rekonsiliasi antara Haq dan batil,”ujarnya.

Sekadar informasi, Prabowo Subianto memenuhi panggilan Istana Kepresidenan untuk bertemu dengan Presiden Jokowi pada Senin, 21 Oktober 2019. Pr‎abowo datang menemui Jokowi bersama Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Edhy Prabowo.

Prabowo mengaku diminta ‎oleh Presiden Jokowi untuk menjabat Menteri Pertahanan (Menhan). Hal itu sekaligus memastikan bahwa Partai Gerindra sudah memutuskan bergabung atau berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Saya diminta beliau (Jokowi) di bidang pertahanan,” kata Prabowo usai bertemu Jokowi di Komplek Istana Kepresiden, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.

Iklan