Diincar Teroris, Pengamat: Kebijakan Wiranto Tak Menguntungkan Mereka

Menko Polhukam, Wiranto sebelum diserang di Banten (foto: Dokumen Polres Padeglang)
agregasi

 

BOGOR – Pengamat teroris dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak menilai, penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto karena sosoknya berpengaruh dalam pemerintahan.

“Saya kira mereka sengaja menyasar Pak Wiranto, karena berpengaruh dan dalam pandangan mereka kebijakannya yang tidak menguntungkan mereka,” kata Zaki kepada Okezone, Kamis (10/10/2019).

Menurutnya, selama ini gerakan amaliyah mengincar pada level bawah seperti polisi di lapangan. Seiring perkembangan waktu, mereka menilai penyerangan pada level itu tidak terlalu berpengaruh sehingga mulai mengarah langsung kepada para pejabat.

“Selama ini yang paling mudah adalah aparatur polisi di lapangan yang mudah disasar. Siring dengan perkembangan tanpaknya mereka menyasar level bawah itu tidak efektif, jadi mereka berfirikir untuk menyasar yang lebih tinggi lagi (pejabat),” paparnya.

Advertisement

Zaki pun menyebut Pandeglang memang rawan akan basis Jaringan Anshoru Daulat (JAD). Karena, di wilayah tersebut sempat dijadikan tempat latihan perang oleh kelompok yang terafiliasi ISIS itu.

“Memang kalau dicek dari tahun 2014 terakhir daerah Pandeglang itu yang aktif menjadi komponen penggerak JAD pendukung ISIS. Termasuk pada 2018 di daerah itu jadi tempat latihan perang ada 7-10 yang ditangkap karena latihan perang yang terafiliasi JAD. Banten porosnya di situ,” jelas Zaki.

Di sisi lain, ia menyayangkan pernyataan Wiranto yang merasa tidak perlu adanya pengamanan berlebih kepada dirinya meski tahu menjadi sasaran amaliyah.

“Pak Wiranto saya rasa sudah tau ada ancaman terhadap dirinya. Saya menyesalkan Pak Wiranto yang tidak perlu menambah tim pengamanan. Justru itu menyepelekan situasi dan dimanfaatkan mereka. Kalau seperti itu harusnya diperketat,” tutup Zaki.